Kabid Pelayanan Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan Hendra Suwarta di Medan, Rabu, mengatakan, secara umum Sumatera Utara (Sumut) sedang menerima tiupan angin barat yang menyebabkan terbentuknya awan konvektif atau awan pembawa hujan.
Pembentukan awan konvektif tersebut terjadi pada siang hari hingga menyebabkan munculnya potensi hujan di Sumut pada sore hingga malam hari.
Sisa proses pembentukan awan konvektif itu terus ada hingga malam hari sehingga menyebabkan masih munculnya awan pada pagi hari.
Potensi hujan masih cukup kuat karena adanya sejumlah gangguan cuaca, termasuk suhu permukaan laut yang masih hangat sehingga memunculkan butiran air yang cukup banyak.
Meski curah hujan cukup banyak, tetapi BMKG memprakirakan suhu cuaca di Sumut masih cukup panas, terutama di perkotaan dengan suhu mencapai 35 derajat celsius.
Suhu cuaca yang panas tersebut muncul karena Sumut masih berada dalam musim kemarau dan kebaradaan matahari yang masih berada di belahan bumi utara.
Lain lagi dengan masih kuatnya pemanasan lokal di wilayah perkortaan di Sumut karena makin banyaknya kendaraan, pendirian bangunan, dan pepohonan yang makin berkurang.
(T.I023/B/Z. Abdullah/Z. Abdullah)
Pewarta: Irwan Arfa:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.