Tebing Tinggi, 26/5 (Antara Sumut) - Wali Kota Tebing Tinggi, Umar Zunaidi Hasibuan mengatakan, realisasi pendapatan asli daerah (PAD) perlu terus ditingkatkan untuk membiayai pengeluaran langsung maupun tidak langsung.

"Kemampuan pendapatan asli daerah untuk membiayai pengeluaran langsung maupun tidak langsung masih sangat kecil peranannya," katanya
dalam rapat rapat paripurna di gedung DPRD Tebing Tinggi, Senin.

Dalam rapat DPRD dalam rangka Penetapan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2013, Wali Kota mengakui belum optimalnya kinerja PAD membuat tingkat ketergantungan terhadap sumber dana perimbangan maupun sumber pendapatan daerah lainnya yang sah masih sangat diharapkan oleh pemerintah kota (Pemoot) setempat.

Karena itu, menurutnya, potensi PAD perlu digali dan dikembangkan dalam rangka memperbesar pendapatan daerah.

Dalam kaitan ini, lanjut dia, upaya yang perlu dilakukan antara lain, intensifikasi dan ekstensifikasi pajak dan retribusi daerah melalui penyempurnaan sistem dan prosedur.

Selain itu, memperbaharui peraturan-peraturan daerah dibidang pendapatan yang tidak sesuai lagi dengan perkembangan keadaan saat ini.

Wali Kota menambahkan, pada APBD Tebing Tinggi tahun 2013 terdapat sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) sebesar Rp64,028 miliar.

Dana tersebut telah disetujui bersama untuk dialokasikan pada APBD 2014, yakni sebesar Rp55 miliar sebagai sumber pembiayaan menutupi defisit anggaran.

Sedangkan sisanya direncanakan akan dialokasikan pada P.APBD tahun anggaran 2014.

Dalam rapat paripurna tersebut, enam fraksi DPRD Kota Tebing Tinggi menyetujui Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2013 dengan realisasi sebesar Rp 596,249 miliar dari target Rp 598,722 miliar atau 99,59 persen ditetapkan menjadi Peraturan Daerah. (TNA)


:

COPYRIGHT © ANTARA 2026