Medan, 2/7 (Antara) - Jumlah rumah tangga yang berusaha di sektor pertanian di Sumatera Utara menurun 11,01 persen dari tahun 2003 yang 1,49 juta menjadi 1,32 juta rumah tangga.

"Meski masih mendominasi usaha pertanian, hasil Sensus Pertanian 2013 menunjukkan bahwa kegiatan usaha pertanian rumah tangga Sumut berkurang dibanding Senus 2003," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Wien Kusdiatmono di Medan, Rabu.

Dia menjelaskan, hasil Sensus Pertanian 2013 yang dilakukan BPS menunjukkan jumlah perusahaan pertanian berbadan hukum masih hanya 439 perusahaan dan usaha pertanian lainnya sebanyak 350 unit.

"Penurunaan usaha rumah tangga pertanian itu tentunya perlu mendapat perhatian," katanya
Adapun kabupaten yang terbanyak memiliki rumah tangga usaha pertanian di Sumut adalah Kabupaten Simalungun dengan jumlah 126.388 rumah tangga.

Sementara di Langkat tercatat sebagai daerah terbanyak yang memiliki usaha pertanian berbadan hukum dan dan Padang Lawas terbanyak memiliki usaha pertanian lainnya.

Pengamat ekonomi Sumut, Wahyu Ario Pratomo menyebutkan, penurunan usaha pertanian rumah tangga itu harus diatasi karena akan terus menimbulkan inflasi.

Dengan berkurangnya usaha pertanian, maka pembelian hasil pertanian di pasar semakin tinggi dan itu akan terus membuat gejolak harga yang otomatis menaikkan inflasi.

Untuk meningkatkan kembali usaha pertanian rumah tangga, Pemerintah harus serius menjaga harga jual hasil pertanian sehingga dinilai petani tetap menguntungkan.

"Ganti profesinya petani ke usaha lain termasuk menjadi buruh pabrik atau pekerja pertanian perusahaan merupakan dampak tidak mampunya Pemerintah menjaga harga jual hasil pertanian," kata dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara (USU) itu.***2***
(T.E016/B/I.K. Sutika/I.K. Sutika)

Pewarta: Evalisa Siregar
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026