"TPID akan mengunjungi sentra cabai merah di Kabupaten Batu Bara, Simalungun dan termasuk di Marelan, Kota Medan serta kawasan tanaman bawang merah di Samosir. Selain ke sentra produksi, tim juga terus memantau ketersedian di tangan distributor dan pedagang," kata Ketua Tim Kerja TPID Sumut, Mikael Budisatrio di Medan, Rabu.
Menurut dia, laporan dari Dinas Pertanian menyebutkan, pada akhir Juli ini akan ada panen besar cabai merah dengan luasan 500 hektare di Kabupaten Batubaraa dan seluas satu hektare di Marelan, Kota Medan di tengah ada penanaman seluas 15 hektare di Kabupaten Simalungun.
Adapun bawang merah dipantau antara lain ke Kabupaten Samosir.
"TPID terus melakukan pantauan terhadap ketersedian dan stok semua barang kebutuhan untuk Ramadhan dan Idul Fitri dengan harapan harga tidak melonjak tajam saat mendekati dan masa Puasa Ramadhan dan Idul Fitri," katanya.
Kepala Badan Ketahanan Pangan Sumut, Setyo Purwadi menyebutkan, mengacu pada data-data tahun sebelumnya, permintaan cabai merah dan bawang merah menjelang Ramadhan dan Idul Fitri naik sekitar 10 persen.
Kebutuhan cabai merah pada bulan Juni-Juli ini misalnya diperkirakan sebesar 6.826 ton dan bawang merah 2.741 ton.
"Walau meningkat, kebutuhan itu akan bisa terpenuhi karena ada stok untuk kedua komoditas itu hingga dua bulan ke depan," katanya.
Stok dipastikan semakin aman karena akan ada panen besar untuk kedua komoditas tersebut.
Dia mengakui, harga cabai merah dan bawang merah mulai bergerak naik dimana harga cabai sudah mendekati Rp20ribu per kg dan bawang merah Rp22 ribuan per kg.
"Mudah-mudahan tidak terjadi lagi lonjakan harga yang cukup besar walau permintaan akan naik khususnya pada H-1 atau H-2 Ramadhan,"ujar Setyo.(E016)
Pewarta: Evalisa Siregar:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.