Medan (ANTARA) - Ketersediaan data yang berkualitas dan pengkajian stok berbasis sains menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pengelolaan perikanan yang efektif, terukur, dan berkelanjutan. 

Hal ini menjadi salah satu fokus dalam Workshop Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Perikanan di WPPNRI 571 Berbasis Pengkajian Stok Ikan yang diselenggarakan oleh Sekretariat UPP WPPNRI 571 pada 1–3 September 2026 di Aula DH Penny Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.

Workshop yang dilaksanakan dalam rangka mendukung implementasi Penangkapan Ikan Terukur berbasis kuota ini berfokus pada pengkajian stok sumber daya cumi-cumi. 

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas pemangku kepentingan dalam memahami proses pengkajian stok serta menghasilkan data dan informasi ilmiah yang dapat menjadi dasar bagi pengelolaan sumber daya perikanan.

Koordinator WPPNRI 571 berperan dalam memperkuat sinergi dan koordinasi antara dinas terkait, pemangku kepentingan, serta Tim Scientific Support Provider. 

Kolaborasi tersebut memungkinkan data perikanan dihimpun dan diperkuat untuk mendukung proses pengkajian, analisis ilmiah, serta penyediaan informasi yang dibutuhkan dalam pengambilan keputusan pengelolaan perikanan berbasis data.

Duranta D Kembaren dari Badan Riset dan Inovasi Nasional menilai peningkatan kapasitas dalam pengkajian stok perlu berjalan seiring dengan penguatan sistem pendataan perikanan yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Workshop ini sangat berguna untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam melakukan pengkajian stok ikan serta menginterpretasikan hasilnya menjadi rekomendasi pengelolaan.”

Menurutnya, pendataan perikanan merupakan langkah awal dalam mewujudkan pemanfaatan sumber daya ikan yang berkelanjutan. Tanpa data yang memadai, pengelolaan tidak dapat dilakukan secara tepat karena data merupakan masukan penting untuk memodelkan kondisi stok ikan sebagai dampak dari aktivitas penangkapan.

“Dalam kerangka MSC IP, pendataan ini sangat berguna dalam monitoring kondisi stok ikan sehingga dampak dari upaya-upaya perbaikan yang dilakukan dapat diketahui secara pasti. 

Selain itu, pendataan yang dilakukan secara terus menerus juga sangat berperan dalam kerangka pengelolaan perikanan yang adaptif. Dengan demikian, pengelolaan dapat disesuaikan dengan dinamika penangkapan,” ujar Duranta.

Urgensi Data dan Temuan Stok Cumi-Cumi Pengkajian stok pada workshop ini mengoptimalkan pemanfaatan data hasil tangkapan dan upaya penangkapan melalui analisis Catch Per Unit Effort. 

Berdasarkan analisis tren data historis sepanjang tahun 2005 hingga 2024, diperoleh gambaran objektif mengenai kondisi komoditas cumi-cumi di WPPNRI 571 yakni potensi maksimum atau maximum sustainable yield sebesar 20.300 ton, jumlah tangkapan yang diperbolehkan 14.210 ton dan tingkat eksploitasi 0,8.

Nilai tingkat eksploitasi sebesar 0,8 mengindikasikan bahwa tingkat pemanfaatan cumi-cumi di wilayah ini sudah tergolong tinggi (fully exploited hingga berpotensi overexploited). Temuan ilmiah ini menegaskan pentingnya langkah kolaboratif dalam pengendalian upaya penangkapan serta penerapannya pada pemulihan stok agar keberlanjutan sumber daya tetap terjaga.

Direktur Program Marine Stewardship Council Indonesia, Hirmen Syofyanto, mengatakan bahwa penguatan data dan kapasitas ilmiah merupakan bagian penting dari proses perbaikan perikanan.

“Pengelolaan perikanan yang berkelanjutan membutuhkan data yang kuat, kajian ilmiah yang dapat diandalkan, serta kolaborasi antara pemerintah, ilmuwan, pelaku perikanan, dan pemangku kepentingan lainnya. Dalam MSC Improvement Program, proses perbaikan tidak hanya berbicara tentang perubahan praktik di lapangan, tetapi juga bagaimana membangun fondasi data dan pengetahuan yang memungkinkan kemajuan tersebut diukur dan menjadi dasar bagi pengelolaan yang adaptif.”

Dalam konteks MSC Improvement Program, penguatan data dan pengkajian stok menjadi bagian penting untuk membantu perikanan memahami kondisi sumber daya, memantau perubahan dari waktu ke waktu, serta mengukur dampak dari berbagai upaya perbaikan yang dilakukan. Program ini mendukung perikanan untuk melakukan perbaikan yang terukur sebelum memasuki proses penilaian penuh terhadap Standar Perikanan MSC.

Pendekatan tersebut juga menempatkan data sebagai bagian dari proses perbaikan yang berkelanjutan. Data yang dikumpulkan secara konsisten dapat digunakan untuk mengevaluasi kondisi stok dan membantu pengelola menyesuaikan langkah pengelolaan dengan perubahan kondisi sumber daya maupun dinamika penangkapan.

Workshop di WPPNRI 571 menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas pihak dalam membangun sistem pengelolaan perikanan yang semakin berbasis bukti. Dengan memperkuat kapasitas sumber daya manusia, kualitas data, dan hubungan antara data dengan proses pengambilan keputusan, upaya perbaikan perikanan dapat dilakukan secara lebih terukur dan adaptif.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, peneliti, pelaku perikanan, dan pemangku kepentingan lainnya, penguatan pengkajian stok diharapkan dapat terus mendukung pengelolaan sumber daya cumi-cumi di WPPNRI 571 yang berbasis sains, adaptif dan berkelanjutan.



Pewarta: Akung
Editor : Akung

COPYRIGHT © ANTARA 2026