Banuar Silitonga (52) warga Rantauprapat yang kini tinggal di Jakarta, Selasa, mengatakan, dalam kurun waktu dua tahun terakhir di Rantauprapat semakin banyak berdiri rumah makan, kafe dan warung lesehan yang menawarkan berbagai anekan makanan dan minuman.
Pusat penjualan makanan dan minuman itu, antara lain tersebar di sekitar Jalan Gatot Subroto, Jalan Urip Sumodiharjo, Jalan Ahmad Yani dan lainnya.
Di kawasan inti Kota Rantauprapat tersebut, ditawarkan aneka makanan, antara lain ikan bakar, tumis kangkung, menu pecel lele, nasi uduk, mie aceh, ayam penyet dan berbagai menu khas daerah itu.
"Kalau sudah malam Kamis dan Minggu, jalanan di lokasi itu cukup ramai dipadati pengunjung," katanya.
Kondisi itu diakuinya memperlihatkan perubahan perkembangan wilayah Rantauprapat menuju kota modern yang dilengkapi dengan berbagai keperluan termasuk menu makanan dan minuman.
"Rantauprapat sekarang ini memang banyak mengalami perubahan," kata pria yang selama ini menetap di Jakarta.
Guna lebih menciptakan suasana tenang dan nyaman, menurut dia, tata ruang dan infrastruktur di Kota Rantauprapat perlu terus dibenahi agar benar-benar menjadi sebuah kota kuliner yang berpeluang dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara. KR-JKG)
Editor: T. Nico Adrian
Pewarta: Joko Gunawan:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.