Medan, 4/6 (Antara) - Bulog Divre Sumatera Utara masih menunggu instruksi dari Pusat untuk pelepasan 7.600 ton gula kristal putih impor asal Thailand jatah Bulog itu di pasar.

"Gula yang dibawa Kapal MV Bangsrimuang sejak 17 Mei lalu, semuanya sudah selesai dibongkar dan masuk gudang Bulog, namun diakui belum dilepas ke pasar,"kata Kepala Perum Bulog Divre Sumut Fasika Khaerul Zaman di Medan, Rabu.

Belum dilepasnya gula itu ke pasar disebabkan dua faktor yakni belum adanya instruksi dari Pusat dan harga gula putih di pasar sendiri juga masih stabil di kisaran Rp10.000 hingga Rp11.000 per kg.

"Kalau ada gejolak harga tentunya Bulog juga melaporkan segera permasalahan itu ke Pusat untuk diambil langkah mengatasinya karena stok sudah ada di tangan Bulog Sumut," katanya yang didampingi Humas Bulog Sumut, Rudi.

Fasika menjelaskan, penugasan Bulog untuk melakukan stabilisasi harga dengan pengadaan "buffer stock" itu berdasarkan Surat Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 04.PI-13.14.002 tanggal 01 April 2014, perihal Persetujuan Impor Gula Kristal Putih (GKP) sebanyak 328.000 ton.

Dari 328.000 ton total jatah Bulog, untuk Divre Sumut direncanakan sebanyak 85.500 ton.

"Dengan sudah masuknya 7.600 ton, maka sisanya 77.900 ton akan masuk lagi dengan waktu yang tidak bisa dipastikan.Yang pasti pasokan itu awalnya dijadwalkan untuk hingga Juli 2015," katanya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumut, Bidar Alamsyah menyebutkan, mendekati puasa Ramadhan, timnya termasuk bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumut akan melakukan pemantauan harga ke pasar untuk semakin memastikan langkah apa yang segera dilakukan.

"Diakui dewasa ini harga beberapa barang khususnya golongan sayur-mayur tren menguat.Ada kekhawatiran harga jual akan semakin naik termasuk jenis barang lainnya karena ada momentum Ramadhan sehingga TPID memang harus kerja keras untuk bisa menekan gejolak harga itu," katanya.***2***
(T.E016/B/Suparmono/Suparmono)

Pewarta: Evalisa Siregar
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026