"Hasil monitoring, harga sembako masih biasa saja," kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop) Pemkab Labuhan Batu Hamjah Rambe, di Rantauprapat, Senin.
Jika saat ini terdapat kenaikan pada beberapa sembilan bahan pokok namun kondisi itu tidak berlarut-larut dan itu disebabkan paktor kelangkaan sesuai kondisi yang tidak dapat diatasi mereka, diantaranya hasil panen menurun akibat berbagai hal.
"Setiap hari kita laporan secara online ke provinsi terkait harga sembako. Makanya jikapun naik paling hanya beberapa jenis sembako, itupun tidak lama. Prediksi kita mungkin akibat hasil panen," terangnya.
Sejalan akan masuknya bulan suci Ramadhan, mereka meminta kepada pedagang tidak memanfaatkan situasi tersebut. Jika naik harus sesuai dengan ketentuan berdasarkan harga dasar penjualan.
"Contohnya ayam kampung dijual selama ini Rp30.000/kg, kalau naik Rp10.000 itu wajar. Kalau mengenai kelangkaan, kita berharap itu tidak terjadi yang menyebabkan naiknya sembako.
Begitupun nanti akan dibentuk tim pemantau menghadapi Ramadhan, ujar Hamjah Rambe.
Sementara sejumlah ibu rumah tangga berharap agar pemerintah mampu menjamin ketersediaan sembako khususnya menjelang Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri, terlebih kerap terjadi kenaikan sejumlah harga kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Seandainyaa nanti terjadi lonjakan harga, warga meminta pemerintah mengambil kebijakan penyediaannya.
"Paling tidak pasar murah, tapi jangan hanya sekedar beras, hendaknya bisa juga mengadakan sembako lainnya," harap Irma (32) dan Erni (37) saat ditemui di Pasar Gelugur Rantauprapat. ***2***
(T.KR-JKG/B/Suparmono/Suparmono)
Pewarta: Joko Gunawan:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.