Binjai, 17/5 (Antara) - Pemerintah Kota Binjai menggandeng perusahaan swasta Jepang, Kitakyushu dan Shinryo Corporation untuk mengoptimalkan kinerja pengelolaan sampah dan meminimalisir pencemaran sungai di kota tersebut.
"Kerja sama ini diharapkan akan semakin meningkatkan kualitas lingkungan, termasuk bidang kesehatan, sanitasi dan infrastruktur lingkungan," kata , kata Wali Kota Binjai Muhammad Idaham, di Binjai, Sabtu.
Ia menjelaskan, dalam konteks kerja sama tersebut akan segera ditangani, antara lain masalah limbah ikan dan pencemaran air di sungai.
"Langkah itulah yang sekarang sedang dilakukan, agar Binjai bisa menjadi kota bersih, hijau, asri, sehingga perlu dilakukan kerjasama untuk mewujudkan impian itu," katanya.
Tim teknis dari Jepang akan memperkenalkan sistem teknologi lingkungan "Jokaso" untuk mengatasi pencemaran air sungai akibat sampah domestik, seperti tinja, limbah yang dihasilkan rumah tangga.
"Jokaso" merupakan perangkat teknologi pengelolaan air limbah domestik dengan sistem IPAL sederhana, yaitu bisa mengelola campuran air limbah dari toilet, dapur, kamar mandi dan lain-lain.
Cara efektif mengelola limbah seharusnya dimulai dari rumah tangga dengan cara memilah dan memisahkan sampah berdasarkan jenisnya, sehingga pengelolaannya tidak sulit dan biayanya pun menjadi lebih murah.
Tim teknis dari Jepang telah pula meninjau lokasi tempat pembuangan akhir (TPA ) sampah di Kelurahan Mencirim, Kecamatan Binjai Timur, RSUD Dr RM Djoelham untuk melihat proses pemusnahan limbah medis padat dan melihat kondisi Sungai Mencirim. (KR-IFZ)
Editor: T. Nico Adrian
Pewarta: Imam Fauzi:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.