Oleh Yan Aswika



Tanjung Balai, 6/4 (Antara Sumut) - Pagelaran seni dan budaya bertema "Semalam di Tanjung Balai" turut menyemarakkan acara hiburan dalam Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) di komplek Tapian Daya Medan, Minggu.

Acara yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjung Balai di panggug terbuka PRSU tersebut mendapat antusiasme ribuan penonton.

Pentas seni dan budaya bertema "Semalam di Tanjung Balai" itu, menampilkan beragam kesenian daerah, seperti tari Malam Berinai, tari Gubang, tari Persembahan, tari Kipas, serta tarian etnis Karo dan Batak Toba yan dibawakan sanggar tari "Putri Ungu" binaan Ketua TP-PKK Kota Tanjung Balai, Armaini Janah Thamrin Munthe.

Kesemarakan acara itu juga terlihat saat para artis yang tergabung dalam "Wak Uteh Group" tampil melantunkan lagu-lagu roncah atau campur sari.

Lagu-lagu yang dilantunkan dengan syair bernuansa bahasa pesisir timur Sumatera Utara tersebut, membuat ratusan pengunjung ikut bergoyang dan larut dalam suasana gembira.

Selain itu, malam pesona budaya itu juga disemarakkan atraksi akrobat yang dimainkan seorang pelajar, yang juga putra asli Tanjung Balai, Arif Aritonang yang mampu membuat pengunjung berdecak kagum melihat kemahirannya melakukan gerakan berbaya dengan bola-bola api yang menyala.

Atraksi lainnya, tari kipas, Barongsai dan atraksi olahraga beladiri Wushu para pelajar SMA Swasta Perguruan Sisingamangaraja Tanjung Balai.

Dalam acara tersebut, "Lorong Terater Company" di bawah binaan Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Pemkot Tanjung Balai menampilkan teatrikal prosesi pernikahan dan Mengayun Anak menurut adat resam Melayu.

Pemandu teatrikal, Rasyid Riza menjelaskan, drama itu menceritakan prosesi pernikahan yang dawali dengan acara merisik, meminang, malam berinai, hingga pengantin bersanding dipelaminan.

Prosesi berikutnya, mengayun dan penabalan nama anak, dengan rangkaian mencukur rambut, marhaba, dan turun kebawah (menginjak tanah), hingga menidurkan anak diiringi lantunan lagu-lagu bernuansa Islami.

Sebagaimana diketahui, hingga kini prosesi meminang dan mengayun anak masih tetap lestari oleh masyarakat Suju Melayu di Tanjung Balai.

Tradisi itu telah menjadi adat sebenarnya adat, adat yang diadatkan, adat sebagai budaya dan adat istiadat bagi masyarakat Melayu pesisir.

Acara Semalam di Tanjung Balai tersebut turut disaksikan Wakil Wali Kota, Rolel Harahap, Ketua TP-PKK, Armaini Janah Thamrin Munthe, Kabag Humas Setdakab Tanjung Balai, Darul Yana Siregar dan sejumlah pimpinan SKPD. (Yan)

Editor: T. Nico Adrian

Pewarta: Yan Aswika
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026