Medan, 20/2 (Antara) - Bulog Sumatera Utara bekerja sama dengan Pemerintah Kota Medan dan Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi , mulai Jumat (21/2) memperluas penggelontoran beras operasi pasar di pasar tradisional daerah itu.
"Perluasan OP (operasi pasar) beras dilakukan setelah melihat daya serap di Pusat Pasar yang cukup tinggi dalam OP perdana, Rabu (19/2),"kata Humas Bulog Sumut, Rudi Adlyn di Medan, Kamis.
Pada OP pertama di Pusat Pasar Medan, 10 ton beras OP Bulog yang dijual dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp7.500 per kg habis dibeli masyarakat.
Mengacu pada hasil OP di Pusat pasar Medan itu pula, maka kebijakan OP tersebut akan dilanjutkan minimal di empat pasar tradisional lainnya yakni Simpang Limun, Palapa Brayan, Sukaramai dan Pasar Petisah.
Harapan Bulog, Pemkot Medan, Persatuan Pengusaha Penggilngan Padi, Bank Indonesia dan Pemprov Sumut, OP beras Bulog itu bisa menahan kenaikan harga jual beras di pasar yang tren mulai terlihat.
Musim kemarau dan disusul mulai adanya hujan masih mengkhawatirkan pemerintah akan terjadinya gejolak kenaikan harga beras.
"OP beras diyakini akan berjalan lancar karena stok sangat memadai atau bisa enam bulan ke depan yakni di kisaran 67ribuan ton,"katanya.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah IX (Sumut-Aceh), Dewi Setyowati menegaskan, OP beras penting untuk menekan inflasi di Sumut.
Pada tahun lalu, kata dia, kenaikan harga beras menyumbang empat kali dalam kenaikan inflasi di Sumut yang tahun lalu secara kumulatif cukup tinggi atau 10,18 persen.
"Jadi kalau harga beras bisa dikendalikan, tentunya inflasi juga otomatis bisa ditekan,"katanya.***2*** (T.E016/B/A. Lazuardi/A. Lazuardi) 20-02-2014 20:41:12
Pewarta: Evalisa Siregar:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.