Oleh Joko Gunawan

Rantauprapat, 20/2 (Antarasumut) - Sejumlah wilayah di Kabupaten Labuhanbatu, khususnya sekitaran Kota Rantauprapat diselimuti kabut asap sejak Rabu (19/2) petang.

Amatan di lapangan, kabut asap menyebabkan jarak pandang di Kota Rantauprapat hanya berkisar 200 meter. Walau sempat diguyur hujan kemarin tetapi tidak langsung membuat perubahan cuaca .

Kepala Bidang (Kabid) Keamanan dan Perlindungan Hutan di Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Hutbun) Pemkab Labuhanbatu Viktor Siahaan menerangkan kabut asap merupakan asap kiriman kebakaran di Provinsi Riau.

“Asap ini diduga kiriman dari Provinsi Riau, informasinya bukan daerah kita saja diselimuti asap seperti ini. Kami mengharapkan peran serta warga untuk menjaga lingkungan, apalagi sudah memasuki musim kemarau,” ujar Viktor.

Seorang warga Rantauprapat mengaku sedikit kesulitan saat mengendarai sepedamotornya, terlebih dirinya sudah mengalami ganggung mata. “Lumayan juga gugupnya kita waktu bawa kereta, karena asapnya agak terasa kemata,” terang Sunaryo (54).

Salah seorang dokter yang bertugas di UGD RSUD Rantauprapat Nauli Simbolon saat ditanya dampak kabut asap menjelaskan, biasanya akan terserang ISPA dan hanya berobat di masing-masing Puskesmas. “Mereka tidak masuk melalui UGD, jadi belum tahu apakah ada peningkatan akibat kabut asap,” utaranya. (JG)

 

Kabut asap : Terlihat kabut asap menyelimuti wilayah Kota Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu. (Foto:Antarasumut/Joko Gunawan)

Pewarta:   Joko Gunawan
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026