London, 19/2 (Antara/AFP) - Bayern Munich berada di posisi diunggulkan untuk mencapai perempat final Liga Champions setelah sepakan Toni Kroos menginspirasi sang juara bertahan untuk menang 2-0 atas Arsenal yang mengakhiri pertandingan dengan 10 pemain pada Rabu (Kamis WIB).

Pasukan Pep Guardiola menggenggam keberuntungan pada pertandingan pertama babak 16 besar di Stadion Emirates, namun kelas mereka ditegaskan ketika Kroos menampilkan momen ajaibnya dan Thomas Mueller mencetak gol kedua menjelang pertandingan usai.

Bayern selamat dari eksekusi penalti di awal pertandingan yang gagal dieksekusi dengan sempurna oleh pemain Arsenal Mesut Ozil, namun mereka juga menyia-nyiakan kesempatan penalti yang dimiliki David Alaba.

Namun kiper Arsenal Wojciech Szczesny diusir keluar lapangan pada insiden yang memicu penalti Bayern, dan tim tamu mampu memaksimalkan keunggulan jumlah pemain mereka melalui dua gelandang Jerman Kroos dan Muller.

Bayern diperkirakan akan menuntaskan pekerjaan di pertandingan kedua yang dimainkan pada 11 Maret, namun Arsenal dapat mengambil semangat dari kesuksesan mereka menang 2-0 di Munich pada fase yang sama musim lalu, bahkan meski hasil itu tidak cukup untuk mencegah pasukan Arsene Wenger tersingkir karena kalah keunggulan gol tandang.

Wenger, yang menghadirkan kejutan ketika ia lebih memilih penyerang Prancis Yaya Sanogo yang minim pengalaman dibanding pemain internasional Prancis Olivier Giroud, harus mengutuk nasib buruknya saat awal menjanjikan Arsenal gagal berbuah gol.

Bayern, pemenang tiga gelar utama musim lalu, pergi ke London utara dengan status favorit untuk memenangi kedua pertandingan serta kompetisi itu sendiri untuk kembali menutup musim mengagumkan.

Namun Arsenal bergerak cepat untuk mengancam Bayern dan mereka mendapatkan dua peluang bagus, di mana pertama melalui Sanogo dan kemudian Santi Cazorla, namun keduanya dapat digagalkan Manuel Neuer.

Awal bagus Arsenal menggentarkan tim tamu dan mereka seharusnya dapat unggul pada menit kesembilan.

Jack Wilshere menyodorkan umpan sempurna ke belakang pertahanan Bayern dan Ozil menyentuh bola sebelum mengecoh Jerome Boateng, yang memaksa bek tengah itu merentangkan kakinya dan membuat gelandang Jerman itu terjatuh.

Wasit Italia Nicola Rizzoli memberi hadiah penalti, namun Ozil belakangan ini penampilannya tidak terlalu baik dan ia terlihat ragu-ragu sebelum melepaskan sepakan yang terarah lurus ke tengah ketika rekan masa kecilnya Neuer dapat menahan eksekusinya.

Dengan kondisi Bayern yang terancam, Boateng, yang mendapat kartu kuning akibat pelanggaran yang menghasilkan penalti, beruntung tidak mendapat kartu merah atas pelanggaran kerasnya terhadap Wilshere.

Namun pasukan Guardiola secara bertahap kembali ke keseimbangannya dan semestinya dapat memimpin pada menit ke-40.

Arjen Robben memberi operan mudah kepada Kroos dan ia melesak ke kotak penalti untuk mencungkil bola yang kembali kepadanya tanpa dapat dihentikan para pemain bertahan Arsenal.

Sentuhan pertama Robben membuat bola melewati Szeczesny, yang menangkap kaki pemain internasional Belanda itu, membuat timnya dihukum penalti dan pada prosesnya mendapatkan kartu merah, kartu merah ke-100 sepanjang 18 tahun rezim Wenger.

Setelah penundaan yang lama, Lukasz Fabianski masuk sebagai pengganti dan bek kiri asal Austria Alaba, gagal mengeksekusi penalti dengan sempurna ketika sepakannya menyentuh tiang gawang dan melebar.

Penampilan tidak konsisten Bayern pada babak pertama memicu perubahan taktik, di mana Guardiola memasukkan Rafinha untuk Boateng dan menggeser Javi Martinez ke tengah pertahanan, sehingga bek kanan Philipp Lahm dapat bergerak ke lini tengah dan mendikte tempo.

Perubahan itu bekerja dengan baik dan Mario Goetze serta Robben menguji Fabianski, sebelum tim Jerman itu memecah kebuntuan pada menit ke-54.

Dengan Arsenal yang bertahan terlalu dalam, Lahm tidak berada di bawah tekanan ketika ia memberi umpan kepada Kroos dan gelandang itu, yang mendapat ruang di tepi kotak penalti, melepaskan sepakan tanpa mengendalikan bola menuju bagian dalam atas gawang The Gunners.

Pemain pengganti Mueller gagal mendapat penalti saat dirinya dijatuhkan Laurent Koscielny, namun ia mampu mencetak gol atas namanya sendiri pada menit ke-88.

Mengatur waktu dengan sempurna untuk menyambar umpan silang Lahm, Mueller mendapat ruang di tengah pertahanan Arsenal dan mengarahkan sundulan sambil menjatuhkan badan yang tidak dapat dihentikan Fabianski.

(H-RF)
(Uu.SYS/C/A.R.A Adipati/A/I. Suhirwandi)


:

COPYRIGHT © ANTARA 2026