Serdang bedagai, 6/2 (Antarasumut) - Bupati Serdang Bedagai, Soekirman mengatakan, lembaga Bina Keterampilan Pedesaan (BITRA) Indonesia yang didirikan tahun 1986 perlu melakukan regenerasi kepengurusan guna memberi kesempatan kepada kaum muda untuk ikut terlibat aktif dalam mengelola lembaga non profit tersebut.
"Semakin tahun BITRA semakin tua, karenanya perlu ada regenerasi dari kaum muda," katanya pada acara sarasehan Ke-28 BITRA Indonesia di Desa Pulau Gambar, Kecamatan Serbajadi, Serdang bedagai, Rabu (5/2).
Soekirman yang juga salah seorang pendiri BITRA Indonesia, menyatakan optimistis lembaga tersebut kedepan akan semakin tumbuh dan berkembang dalam mendampingi dan memperkuat keberadaan rakyat.
Ia juga merasa ikut bangga dengan kinerja para pengurus dan aktivis yang terlibat dalam sejumlah program BITRA Indonesia, termasuk di Kabupaten Serdang Bedagai.
"BITRA selama ini sudah mampu melihat keberhasilan dari masyarakat itu sendiri," ujarnya.
Mereka yang berhasil tersebut, lanjut Soekirman, seharusnya ditiru dan sehingga masyarakat tidak lagi harus belajar di BITRA.
Sarasehan, katanya, adalah salah satu bentuk tindak lanjut dari visi yang dimiliki oleh BITRA, yaitu mendampingi dan memperkuat keberadaan rakyat.
Soekirman juga mengapresiasi kinerja Credit Union (CU) binaan BITRA yang dalam kegiatan usahanya selama delapan tahun telah berhasil mengelola uang masyarakat Desa Silebo-lebo, Kabupaten Deli Serdang.
CU binaan BITRA Indonesia, hingga akhir tahun 2012 telah memiliki total aset senilai Rp2,8 miliar lebih dan menghimpun laba sekitar Rp185 juta per tahun.
Sebelumnya ketua panitia sarasehan ke-28 BITRA Indonesia, Indra Susanto, mengatakan bahwa pembentukan kelompokan sarasehan di Desa Pulau Gambar diawali dari proses konsolidasi dan koordinasi dari seluruh pengurus kelompok tani yang dihasilkan dari musayawarah sarasehan ke-27 di Desa Silebo-lebo pada Januari 2013.
Sarasehan ke-28 BITRA Indonesia yang berlangsung selama tiga hari tersebut diikuti 83 kelompok tani dari Kabupaten Serdang Bedagai, Deli Serdang, Langkat, Labuhan Batu Utara dan Kota Binjai.
"Penyelenggaraan sarasehan ini tidak terlepas dari bantuan dan peran serta dari kelompok-kelompok bimbingan BITRA Indonesia," ujarnya.
Direktur BITRA Indonesia, Wahyudhi mengatakan bahwa BITRA didirikan pascapertemuan wahana lokakarya informasi masyarakat di Kecamatan Sei Rampah, Serdang Bedagai.
Terkait dengan penyelenggaraan sarasehan ke-28, kata dia, kegiatan itu dimaksudkan untuk menjaga hubungan antara BITRA dengan kelompok dampingannya.
"Sarasehan ini juga menjadi wahana untuk membangun sinergisitas perencanaan-perencanaan kegiatan, berbagi pengalaman, dan juga mendiskusikan hal-hal baru yang telah dilakukan oleh para pendamping BITRA," ujarnya.
Selain itu, kata Wahyudhi, melalui serasehan itu juga dilakukan pembahasan tentang penyempurnaan ide-ide untuk lima tahun kedepan agar kebijakan yang dilahirkan di Kabupaten Sergai dapat lebih mempertimbangkan alam, dan kinerja usaha pertanian menjadi lebih baik.
"Sarasehan ini juga diharapkan bisa menjadi ruang bagi peserta dan juga BITRA untuk melihat peluang potensi-potensi lain yang masih mungkin untuk dikembangkan," tambahnya. (TNA)
Pewarta: T. Nico Adrian:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.