"Pengembangan wisata di Batu Bara sesungguhnya tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi semua pihak juga memiliki tanggung jawab yang sama, termasuk masyarakat," katanya di Lima Puluh, Kamis.
Menurut dia, Kabupaten Batu Bara memiliki banyak objek wisata alam yang potensial meningkatkan devisa maupun kesejahteraan masyarakat bila dikembangkan dan dikelola secara profesional.
Melalui pengelolaan yang lebih profesional, lanjutnya, peluang Batu Bara menjadi salah satu tujuan wisata akan menjadi kenyataan.
Sebab, lanjut dia, wisatawan lokal maupun mancanegara akan datang berkunjung ke suatu daerah apabila daerah itu aman, nyaman dan kondusif.
Oleh karena itu, kata Prayeno, potensi pariwisata yang terdapat di kabupaten dengan motto "Sejahtera Berjaya" tersebut kedepan akan mampu memberi kontribusi nyata bagi peningkatkan devisa dan perbaikan kesejahteraan rakyat.
Diakuinya, sikap sadar wisata dan sapta pesona masih perlu terus ditumbuhkembangkan di tengah masyarakat Kabupaten Batu Bara, termasuk bagi kalangan pelaku usaha pariwisata.
"Betapa beruntungnya kita andaikata Batu Bara termasuk salah satu daerah tujuan utama para wisatawan domestik dan mancanegara," ujarnya.
Ia juga menyatakan optimistis sektor industri pariwisata dapat menjadi tulang punggung perekonomian untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat.
Untuk mewujudkan harapan tersebut, katanya, mutlak dibutuhkan kesadaran masyarakat terhadap betapa pentingnya sikap sadar wisata dan optimalisasi penerapan sapta pesona.
Disebutkannya, konsep sadar wisata yaitu menggambarkan partisipasi dan dukungan masyarakat dalam mendorong terwujudnya iklim yang kondusif pengembangan kepariwisataan.
Unsur yang mendorong berkembangnya pariwisata, antara lain keamanan, kebersihan, ketertiban, kenyamanan, keindahan dan keramahtamahan.
Sedangkan implementasi dari sapta pesona adalah terciptanya lingkungan yang bersih, aman,tertib dan memberikan layanan teratur dan efektif bagi wisatawan. (AS)
Pewarta: Ahmad Suhaimi:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.