"Hingga 2013, asuransi jiwa sudah diberikan kepada 2.222 orang nelayan di pesisir Barat dan Timur Sumut. Program itu akan diteruskan termasuk tahun 2014 yang jumlahnya direncanakan ribuan orang juga," katanya di Medan, Selasa.
Pemberian asuransi jiwa yang berlaku seumur hidup kepada nelayan di Sumut itu sendiri diketahui merupakan yang pertama di Indonesia.
"Kebijakan Pemerintah Provinsi Sumut itu sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada nelayan," katanya.
Dengan diasuransikan, diharapkan nelayan bisa dengan lebih tenang saat menjalankan pekerjaannya dan sebaliknya keluarga yang ditinggalkan juga merasa lebih aman.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sumut, H Zulkarnain menjelaskan, program asuransi bagi nelayan sudah dijalankan sejak tahun 2011.
Asuransi jiwa dengan manfaat antara lain kalau meninggal dunia saat melaut, ahli waris memperoleh santunan sebesar Rp40 juta itu diharapkan membantu kehidupan nelayan dan keluarganya.
"Sudah ada sekitar tujuh klaim asuransi nelayan itu dengan berbagai kasus,"katanya.
Zulkarnain menyebutkan, asuransi diberikan sejak tahun 2011 meliputi kawasan pesisir di 16 kabupaten/kota yaitu Langkat, Medan, Tanjung Balai, Asahan, Serdang Bedagai, Batubara, Sibolga, Tapanuli Tengah, Mandailing Natal, Nias, Gunung Sitoli, Nias Selatan, Nias Barat, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara dan Deliserdang.
Pada tahun 2011, pemberian asuransi jiwa dimulai untuk 50 nelayan dan terus bertambah banyak pada 2012 dan 2013 masing-masing 1.172 dan 1.000 nelayan.
Tahun 2014 , Pemprov Sumut menargetkan bisa mengasuransikan 1.200 nelayan," katanya.
Dengan kenyamanan dan ketenangan saat melaut diharapkan hasil tangkapan terus meningkat.
Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sumut, Ihya Ulumudddin, mengakui semakin tingginya perhatian Pemprov Sumut terhadap nelayan seperti asuransi jiwa itu.
"Tetapi HNSI berharap, pemerintah bisa lebih konsentrasi lagi membantu nelayan khususnya dalam permodalan dan keamanan saat melaut," katanya.
Soal permodalan, kata dia, misalnya, nelayan masih sulit mendapatkan bantuan kredit dari perbankan termasuk dalam program kredit usaha rakyat (KUR) yang diprogramkan pemerintah secara nasional.
Sedangkan dalam keamanan, kata dia, masih banyak kasus nelayan yang dirampok di tengah laut dan ditangkap kepolisian Malaysia dengan alasan melakukan penangkapaan ikan di wilayah perairan negara itu. (E016)
Pewarta: Evalisa Siregar:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.