Jakarta, 6/12 (Antara) - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombespol Rikwanto mengatakan bom palsu yang diletakkan di dekat Kedutaan Besar Amerika Serikat diduga dimaksudkan untuk menimbulkan kehebohan dan kepanikan.

"Siapa pun yang meletakan barang mirip bom di dekat Kedutaan Besar Amerika Serikat, pasti ingin membuat kehebohan. Saat ini polisi masih mencari siapa pelakunya untuk mengetahui motif sesungguhnya," kata Kombespol Rikwanto di Jakarta, Jumat.

Rikwanto mengatakan polisi saat ini sudah memeriksa sembilan saksi yang terdiri atas pedagang kopi yang menemukan "bom", warga sekitar dan anggota polisi yang saat itu menangani kejadian tersebut. Polisi juga masih menganalisa rekaman kamera "closed-circuit television" (CCTV) mengenai kejadian itu.

Menurut Rikwanto, orang yang membuat bom palsu itu diduga mengetahui seluk beluk tentang bom. Pasalnya, secara fisik bom palsu tersebut sangat mirip dengan bom asli.

"Saat dipindai menggunakan sinar X, pada bom palsu itu terlihat ada benda-benda seperti detonator, kabel dan dinamit. Setelah diurai baru diketahui bahwa itu hanya mainan yang mirip bom," tuturnya.

Sebelumnya, sebuah benda mencurigakan ditemukan dua orang pedagang kopi keliling, Sahuri dan Baini, di dekat Kedutaan Besar Amerika serikat. Mereka melihat sebuah kendaraan bak terbuka yang penumpangnya meletakkan benda mencurigakan tersebut.

Mereka juga sempat membuka benda mencurigakan itu dan melihat benda panjang yang dilapisi lakban kuning dan kabel berwarna kuning, merah dan biru.

Karena curiga, penemuan benda itu kemudian dilaporkan ke Briptu Silaban, anggota Brimob Polda Metro Jaya yang sedang berjaga di Kedubes Amerika Serikat.

"Laporan itu kemudian diteruskan ke Polsek Gambir, Polres Metro Jakarta Pusat dan Gegana. Tidak lama kemudian, tim penjinak bom datang untuk melihat apakah benda tersebut berbahaya atau tidak," jelas Rikwanto. (D018)

Pewarta: Dewanto Samodro
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026