"Para pengungsi mulai terserang penyakit kulit, sakit kepala, perut, demam," kata Kepala Puskesmas Kecamatan Sei Bingei dr Sukardi di Sei Bingei, Kamis.
Warga yang diserang penyakit khususnya yang sdah tua, anak-anak dari mulai penyakit kulit, perut, sakit kepala, demam, hingga sakit inspeksi saluran pernapasan atas.
"Kita lakukan pemeriksaan dan perawatan sementara di posko Dinas Kesehatan Langkat, yang berada di lokasi pengungsian," ujarnya.
Sukardi juga menjelaskan bahwa penanggulangan penyakit yang diderita para pengungsi ini petugas medis memberikan obat dan suntikan.
Warga terserang penyakit karena kondisi fisik yang lemah, lingkungan pengungsian yang kurang bersih, serta terhirup abu vulkanik gunung Sinabung.
"Semua penyakit warga pengungsi itu, masih bisa ditanggulangi dan diberikan obatnya," ucap Sukardi.
Jika diperlukan perawatan lanjutan, posko kesehatan Langkat akan merujuk pengungsi ke rumah sakit terdekat seperti rumah sakit umum Djoelham Binjai.
"Kita juga telah mempersiapkan dua unit ambulans untuk membawa pengungsi secepatnya ke rumah sakit untuk diberikan pertolongan tindakan medis lanjutan," ujar Sukardi.
Secara terpisah Kepala desa Telagah Kecamatan Sei Bingei Suranta Sitepu menjelaskan bahwa pengungsi yang datang terus semamkin bertambah.
"Kini sudah ada 245 pengungsi yang berada di lokasi penampungan pengungsi di balai desa Telagah," katanya.
Kemungkinan bertambahnya para pengungsi yang datang sangat besar, melihat situasi gunung Sinabung belum juga membaik, pasca erupsi kemarin.***4***
(T.KR-IFZ/B/M. Yusuf/M. Yusuf)
Pewarta: Imam Fauzi:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.