Jakarta, 23/9 (Antara) - Mata uang rupiah Senin sore kembali bergerak melemah ke posisi Rp11.420 per dolar AS menyusul ekspektasi pasar terhadap pengurangan stimulus bank sentral AS (the Fed) akan dilakukan pada tahun ini.

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat sore melemah sebesar 365 poin menjadi Rp11.420 dibanding sebelumnya (20/9) di posisi Rp11.055 per dolar AS.

"Nilai tukar seiring dengan pelaku pasar masih mencemaskan potensi pengurangan stimulus moneter the Fed sebelum akhir 2013," kata Analis Monex Investindo Futures, Zulfirman Basir di Jakarta, Senin.

Ia mengemukakan ekspektasi pasar bahwa bank sentral AS dapat mulai mengurangi stimulus keuangannya pada pertemuan Oktober mendatang.

Selain itu, lanjut dia, investor juga masih khawatir dengan inflasi, defisit neraca perdagangan, dan perlambatan ekonomi Indonesia.

Namun, kata Zulfirman, dari eksternal meningkatnya aktivitas manufaktur China dapat memberikan harapan terhadap perbaikan ekonomi. Kondisi itu dapat menjadi sentimen positif untuk rupiah mengingat China merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Senin ini, tercatat mata uang rupiah melemah menjadi Rp11.435 dibanding sebelumnya di posisi Rp11.352 per dolar AS. ***3***
(T.KR-ZMF/B/S. Suryatie/S. Suryatie)

Pewarta: Zubi Mahrofi
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026