Dijelaskannya, animo masyarakat yang ingin KB sangat tinggi, namun akibat masih minimnya fasilitas yang tersedia, program pemerintah untuk memasyarakatkan keluarga berencana menuju masyarakat sejahtera mengalami sedikit kendala.
"Saat ini, untuk melayani masyarakat kami menggunakan mobil KB keliling, tanpa dipungut bayaran pelayanannya dipusatkan di kantor camat", ujar Delima, Kamis.
Meski pos PLKB dan petugasnya sudah tersedia di empat Kecamatan yaitu TB-Utara, Datuk Bandar, Datuk Bandar Timur dan Teluk Nibung, pelayanan KB belum maksimal. Sebab, fasilitas pendukung seperti tempat tidur, mobiler, obat-obatan dan keperluan lainya belum ada.
"Untuk menyahuti tingginya minat masyarakat ber-KB, kami sedang menyusun anggaran pengadaan fasilitas dan alat-alat pendukung pos PLKB, anggaran tersebut akan diajukan dalam P.APBD tahun ini.
Menurut dia, apabila sarana dan alat-alat pendukung tersedia di tiap-tiap pos PLKB, maka pelayanan KB dengan alat kontrasepsi seperti pil, suntik, implan, kondom dan IUD (Intra Uterine device) akan maksimal dan mudah diberikan kepada masyarakat.
"Alat kontrasepsi yang paling diminati masyarakat adalah pil, suntik dan impalan. Untuk melakukan tubektomi atau vasektomi, masyarakat masih enggan".
Ditambahkan, tidak hanya pada pos PLKB, klinik-klinik swasta yang biasa didatangi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan KB akan dibantu keperluannya, dan sebagai perpanjangan tangan pemerintah, pemuka agama, tokoh masyarakat serta ibu-ibu yang aktif di Poyandu akan diberi penyuluhan agar bisa mensosialisasikan pentingmya ber-KB
"Target kami, kedepan masyarakat yang ingin menjaga atau mengatur jarak kelahiran anak tidak lagi kesulitan lagi untuk ber-KB. Dua anak cukup", katanya. (yan)
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.