"Kondisi itu tentu saja memprihatinkan dan menjadi tanggung jawab PLN dan semuanya termasuk MKI (Masyarakat Kelistrikan Indonesia)," katanya usai acara pelantikan kepengurusan MKI Sumut periode 2013-106 yang dipimpin Parlindungan Purba di Medan, Senin.
Dia menjelaskan data per Maret 2013, dari 2.611.977 rumah tangga di Sumut yang membutuhkan listrik PLN, masih ada 421.660 rumah yang belum teraliri listrik.
Rumah yang belum teraliri listrik itu berada di 1.154 desa atau 20 persen dari 5.779 desa yang ada di Sumut.
"Benar-benar masalah yang harus diatasi apalagi pasangan "Ganteng" (Gatot dan Tengku Erry Nuradi=Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut punya visi lima tahun ke depan menjadikan Sumut sebagai provinsi yang memiliki daya saing," katanya.
Menurut Gubernur, sebagai kepala daerah dia mengaku sudah melakukan sejumlah langkah untuk mendorong terselesaikannya masalah perlistrikan di Sumut.
Gatot mengaku terus melobi Pemerintah Pusat sebagai pemegang kebijakan kelistrikan dan energi untuk bertindak cepat mengatasi krisis listrik di Sumut.
Bahkan, katanya, dia berani mengeluarkan izin lokasi Asahan III yang pernah terbengkalai sekian tahun, meski ketika itu masih menjabat pelaksana tugas (plt) Gubernur Sumut.
Pemberian surat izin lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Asahan III ditandatangani oleh Gatot Pujo Nugroho pada 17 Februari 2012.
"Namun sampai sekarang proyek itu belum selesai termasuk PLTU Pangkalan Susu dengan kapasitas 2x200 MW yang juga belum terealisasi dari rencana pertengahan tahun 2013. PLN sudah sepantasnya melakukan audit atas kegagalan kontraktor mencapai target yang ditetapkan dan MKI juga harus memperjuangkan," katanya.
Ketua MKI Sumut Parlindungan Purba berjanji akan ikut membantu dan mendorong menuntaskan krisis listrik di Sumut.***4*** (T.E016/B/I. Sulistyo/I. Sulistyo) 02-09-2013 18:37:34
Pewarta: Evalisa Siregar:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.