"Saya kecewa karena tidak sebagaimana komitmen semula. Komitmen semula kan siap mengamankan bahkan di angka sekitar Rp80.000 per kilogram," kata Suswono usai Halal Bi Halal di Kementerian Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa.
Suswono mengatakan pelaku usaha dinilai mengambil keutungan yang besar terkait harga daging yang masih di atas Rp100.000 per kilogram tersebut.
Menurut dia, importasi daging sapi dan siap potong dari Australia yang ditangani Bulog untuk mengantisipasi kebutuhan Ramadhan dan Idul Fitri pada beberapa waktu lalu dinilai cukup.
"Saya melihat adanya permainan dan tidak ada alasan menaikkan harga," katanya.
Dia menjelaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan untuk mengevaluasi harga daging yang tak kunjung turun tersebut.
"Makanya, nanti wilayah (Kementerian) Perdagangan, siapa yang memanfaatkan dan mengambil keutungan dari sini," katanya.
Dia mengaku importasi juga akan berdampak pada harga daging dari peternak sapi akan terpukul.
"Impor hanya menutupi kekurangan saja, kalau melimpah dilakukan evaluasi secepatnya dan Kemendag sudah menemukan beberapa indikasi pelaku usaha dan pasti akan memberikan saksi," katanya.
Namun, dia menampik jika impor daging sapi tidak efektif untun menyeimbangkan harga karena kebutuhan yang meningkat.
Suswono mengaku harga daging sapi justru meningkat menjelang Idul Fitri setelah dilakukan importasi dan pendistribusian ke pasar-pasar.
Menurut dia, harga daging sapi yang diharapkan pascaimportasi Rp75.000-Rp80.000 per kilogram ditambah 192 ribu sapi potong dan stok dari Bulog sudah mencukupi untuk kebutuhan Idul Fitri.
Namun, dia juga menyayangkan karena ditemukan harga daging sapi dari Bulog yang lebih tinggi.
"Kita sayangkan, tapi itu karena menjual ke pedagang lagi. Harusnya, dijualnya langsung ke konsumen tidak ke pedagang," katanya.
Dia berharap harga daging sapi akan segera turun sebelum menyusul Hari Raya Idul Adha dimana kebutuhan sapi potong lebih besar.
"Belum masuk semua, tetapi pada akhirnya memenuhi kebutuhan yang jelas untuk Lebaran (Idul Adha) ini kita fokuskan pemenuhan kebutuhan riil," katanya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan sudah meminta pembahasan terkait harga daging yang masih tinggi.
"Tapi, intinya memang permintaan yang meningkat tajam dan ketersediannya kurang. Menurut saya, ini karena kondisi ekonomi," katanya.
Dia mengaku adanya permainan harga dan meminta Komisi Pengawas Persaingan usaha (KPPU) untuk menyelidiki adanya "permainan" terkait harga daging sapi.
"Tugas KPPU untuk mengecek karena daging harus tersedia, sapi potong harus tersedia," katanya. ***3***
(T.J010)
(T.J010/B/R. Malaha/R. Malaha)
Pewarta: Juwita Trisna Rahayu:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.