Medan, 11/8 (Antara) - Dinas Perhubungan Sumatera Utara memperingatkan daerah di lintas tengah Provinsi Sumatera Utara meliputi wilayah Karo-Dairi-Tarutung-Tapanuli Tengah-Tapanuli Selatan dan Kabupaten Simalungun sebagai daerah rawan longsor.

"Selain itu, juga terdapat lokasi rawan macet karena dipakainya daerah manfaat jalan untuk kegiatan di luar peruntukkan, seperti pasar dan lainnya," kata Kepala Dinas Perhubungan Sumut, Anthony Siahaan di Medan, Minggu.

Di lokasi titik rawan longsor tersebut, menurut dia, didirikan Posko Pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 1434 Hijriah, sehingga dapat diantisipasi bila terjadi bencana alam yang tidak diinginkan.

"Dinas Perhubungan Sumut tetap mengantisipasi kemungikinan hal-hal jelek akibat peristiwa alam tersebut," katanya.

Anthony menyebutkan, Dinas Perhubungan Sumut juga mengerahkan sebanyak 550 personel dalam pengamanan kegiatan Hari Raya Idul Fitri 1434 Hijriah.

Hal ini adalah tugas Dinas Perhubungan, sehingga terciptanya keamanan dan suksesnya kegiatan arus mudik dan balik pada Hari Lebaran tersebut.

"Dinas Perhubungan Sumut tetap memberikan pelayanan yang terbaik bagi pengemudi bus pribadi dan angkutan Bus Umum yang mengangkut arus balik Idul Fitri," ujar Athony.

Data diperoleh di Kantor Dinas Perhubungan Sumut, ada sebanyak 22 lokasi rawan longsor, dan beberapa diantaranya kawasan Tanah Abang di Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang hingga kawasan Saribu Dolok Kabupaten Simalungun.

Kemudian, Kota Medan hingga Pancurbatu, Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang menuju Brastagi, Kabupaten Karo.Kawasan Jembatan Merah Kecamatan Natal, Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Selain itu, kawasan Suka Ramai di Kecamatan Salam, Kabupaten Pakpak Bharat hingga perbatasan Kabupaten Humbang Hasundutan, serta kawasan Kabanjahe ke Kuta Rakyat di Kabupaten Karo.Kabupaten Tapanuli Tengah menuju Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Selatan. (M034)

Pewarta: Munawar Mandailing
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026