"Semuanya rentan dengan bencana alam, baik tektonik maupun vulkanik," kata Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho dalam pembukaan seminar Ranperda Penanggulangan Bencana yang dilaksanakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut di Medan, Selasa.
Dalam amanat yang dibacakan Kepala Pelaksana BPBD Sumut Asren Nasution, Gubernur menyatakan berbagai jenis bencana alam itu bukan hanya menimbulkan kerugian materi dan kerusakan lingkungan, melainkan juga dapat menimbulkan korban jiwa dan pengaruh psikologis.
Secara prinsip, bencana alam merupakan sebuah fenomena yang tidak dapat dihindari karena berupa hukum alam yang disebabkan perubahan yang terjadi.
Untuk itu, diperlukan perubahan fokus penanganan bencana dari penanggulangan dan tanggap darurat menjadi kesiapan dan pengurangan risiko.
Demikian juga dengan upaya pencegahan, pemaduan perencanaan pembangunan, persyaratan analisis risiko bencana, kesiapsiagaan, peringatan dini, dan mitigasi bencana.
"Upaya prabencana itu dapat meminimalkan kerusakan dan jumlah korban jiwa, termasuk mengurangi biaya tanggap darurat dan pascabencana," katanya.
Menurut Gubernur, untuk memberikan hasil yang maksimal dalam pencegahan, kesiapsiagaan, peringatan dini, dan mitigasi bencana, diperlukan sinergitas antarelemen masyarakat.
Setidaknya, terdapat tiga unsur penting dalam sinergitas tersebut, yakni pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.
"Penanggulangan bencana menuntut sinergitas dan koordinasi tiga komponen inti tersebut," katanya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Sumut Asren Nasution mengatakan bencana alam tersebut bersifat global dan mengancam hampir seluruh negara di dunia.
"Tidak ada negara yang tidak memiliki ancaman bencana alam," katanya.
Namun, kata dia, risiko terburuk dalam bencana tersebut dapat dihindari jika pemangku kepentingan di negara itu memiliki sinerji dan koordinasi yang baik.(T.I023)
Pewarta: Irwan:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.