Medan, 22/7 (Antara)- Bulog Sumatera Utara menggelontorkan 12 ton beras medium ke delapan pasar tradisional untuk menekan harga jual bahan pokok itu yang tren menguat di pasar.

"Penggelontoran beras OP (operasi pasar) dilakukan Bulog mulai Jumat lalu (19/7). Delapan pasar yang dipasok beras OP itu masing-masing Pasar Brayan, Marelan, Belawan, Pusat Pasar, Sei Sikambing, Petisah, Melati, dan Pasar Sunggal," kata Humas Bulog Sumut, Rudi, di Medan, Senin.

Harga beras medium itu dijual Bulog ke pedagang pasar sebesar Rp7.250 per kg dengan mewajibkan menjual dengan harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp7.500 per kg.

"Tim Khusus Bulog berpakaian dinas dan bebas, mengawasi ketat penjualan beras Bulog itu agar tidak merugikan konsumen dan berhasil menekan harga jual di pasar" katanya.

Spanduk bertuliskan bahwa di lokasi itu ada beras Bulog juga sedang dimaksimalkan pemasangannya.

Hasil pengamatan Bulog, Senin, kata dia, harga jual beras di pasar Medan sudah mulai turun.

Harga beras medium misalnya sudah bisa dibeli sebesar Rp7.300 per kg dari sebelumnya paling murah Rp7.600 per kg.

"Bulog akan menggelontorkan beras OP itu lagi kalau harga kembali menguat," katanya.

OP beras yang dilakukan Bulog itu diyakini bisa dijalankan terus kalau memang diperlukan mengingat stok beras masih cukup aman hingga lima bulan alokasi atau mencapai 56.000 ton.

"Stok beras itu semakin diyakini aman karena akan ada pasokan beras PSO (public service obligation ) 15.000 ton dari Sulawesi Selatan dan Jawa Timur akhir bulan ini," katanya.

Anggota DPD RI utusan Sumut, Parlindungan Purba, menyebutkan, selain terus menjalankan OP, Bulog harus mengawasi ketat jangan sampai beras OP itu justru membuat pedagang semakn untung karena menjual dengan harga normal.

Kalau beras Bulog tidak sampai ke tangan konsumen, maka artinya pemerintah merugi besar baik dari kerugian subsidi harga beras itu hingga tidak menurunnya inflasi dari kenaikan harga beras tersebut serta tidak berhasilnya pemerintah melindungi rakyat (konsumen) dari lonjakan harga.

"Program bagus pemerintah jangan tidak dinikmati masyarakat.Harus ada sanksi tegas bagi pedagang nakal," katanya.***3*** (T.E016/B/Suparmono/Suparmono) 22-07-2013 12:14:47

Pewarta: Evalisa Siregar
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026