"Perkembangan populasi ternak kambing cukup meningkat terutama di wilayah perkebunan," kata Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Langkat Muhammad Tambeng di Stabat, Senin.
Pada kawasan perkebunan, baik milik negara maupun swasta perkembangan ternak kambing di kawasan itu terus meningkat.
"Daerah tersebut merupakan sentra produksi kambing di Langkat," kata Tambeng.
Seperti di Kecamatan Secanggang, populasi kambing mencapai 12.310 ekor dan krecamatan Salapian tercatat 11.074 ekor, karena ada perkebunan swasta di sana, katanya.
Menyusul beberapa kecamatan yang juga dikelilingi perkebunan, seperti di Kuala tercatat 10.075 ekor, Wampu 10.487 ekor, Hinai 10.445 ekor, dan Stabat 9.102 ekor serta Selesai 9.286 ekor.
Sementara untuk kawasan pesisir pantai, populasi terbesar dari perkembangan kambing ini berada di kecamatan Tanjungpura 9.740 ekor, dan Gebang mencapai 7.111 ekor, kata Tambeng.
"Ini menunjukkan kawasan pantai juga sangat potensial bagi pengembangan ternak kambing dikemudian hari, dan kini sedang terus dilakukan uji coba," ujarnya.
Pada bagian lain, Tambeng menjelaskan bahwa pengembangbiakan domba di Langkat juga pesat dan kini tercatat sebanyak 142.623 ekor.
Perkembangan terbesar berada di kecamatan Stabat mencapai 24.036 ekor, Sawit Seberang 22.580 ekor dan Hinai 22.143 ekor.
Khusus domba ini untuk wilayah pesisir pantai nampaknya kurang atau tidak sesuai dengan perkembangan domba.
"Terbukti perkembangannya di pesisir pantai sangat kurang, kalaupun ada cuma sedikit saja, seperti di Pangkalan Susu, dan Brandan Barat," katanya.
Menurut, Kepala Dinas Peternakan Langkat itu selain kambing dan domba, masyarakat juga mengembangkan ternak babi dan kelinci.
Untuk ternak babi populasinya mencapai 14.919 ekor yang berada di Kecamatan Kuala dan Sei Bingei sedangkan kelinci mencapai 1.134 ekor yang dikembangkan di Kecamatan Binjai.***3***
(T.KR-IFZ/B/Farochah/Farochah)
Pewarta: Imam Fauzi:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.