Medan, 30/6 (Antara) - Dermaga Belawan International Container Terminal (BICT) di Pelabuhan Belawan Medan, Sumatera Utara, diperpanjang sepanjang 700 meter dari 950 meter menjadi 1.650 meter.

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) dalam siaran pers yang diterima Antara, di Medan, Senin, menyebutkan, pengerjaan perpanjangan dermaga pelabuhan ekspor impor terbesar di Pulau Sumatera tersebut dilaksanakan dalam dua paket.

Kebijakan menambah panjang dermaga tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan dan memperlancar pelayanan bongkar muat di BICT.

Terkait dengan pembangunan proyek perpanjangan dermaga di BICT, Direktur Utama PT Pelindo I, Alfred Natsir telah melakukan penandatangan perjanjian kerja sama dengan Dirut PT Hutama Karya, Tri Widjajanto Joedosastro dan Dirut PT Wijaya Karya Bintang Perbowo.

Acara penandatangan kerja sama itu disaksikan langsung oleh Menteri BUMN, Dahlan Iskan, di Medan, baru-baru ini.

Kerja sama tersebut meliputi, antara lain pembangunan dan pengoperasian dermaga terminal petikemas BICT Paket II, yang meliputi pendanaan, perencanaan teknik, pelaksanaan konstruksi, penyediaan fasilitas pendukung, pengusahaan, pengoperasian, dan pemeliharaan.

"Perpanjangan dermaga pelabuhan ini termasuk dalam program pengembangan BICT dalam Optimalization Program dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas BICT sebesar 800.000 TEUs per tahun," kata Alfred.

Saat ini, menurut dia, BICT mempunyai panjang dermaga 950 meter dengan kapasitas 1,2 juta TEUs per tahun.

Perpanjangan dermaga di BICT, lanjutnya, sejalan dengan tuntutan pasar karena trend dunia pengangkutan barang saat ini menggunakan peti kemas.

"Kinerja pelabuhan yang meningkat akan berpengaruh juga pada pertumbuhan perekonomian hinterland, memperlancar sistem logistik nasional, meningkatkan daya saing produk yang pada ujungnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," tambahnya.

Alfred menambahkan, upaya pengembangan sarana dan fasilitas pelabuhan di wilayah kerja Pelindo I secara berkelanjutan akan terus dilaksanakan guna mendukung suksesnya program Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) di Indonesia barat.

Kebijakan tersebut, katanya, sejalan dengan upaya menciptakan konektivitas nasional dan kelancaran sistem logistik nasional.

Sebelumnya, Menteri BUMN Dahlan Iskan menyampaikan apresiasi kepada Direktur Utama Pelindo I, Alfred Natsir dan jajarannya atas kerberhasilan meningkatkan kinerja usaha dan pelayanan di pelabuhan tersebut.

"Dirut Pelindo berhasil melakukan manuver-manuver secara cepat dalam meningkatkan pembangunan pelabuhan yang tidak kalah besarnya dengan pelabuhan nasional lainnya bahkan bisa bersaing dengan pelabuhan negara tetangga," kata Dahlan.

Pelindo I yang berkantor pusat di Medan, memiliki wilayah operasi di empat provinsi, meliputi Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Riau dan Riau Kepulauan.

Selain itu, Pelindo I mengelola 13 cabang pelabuhan, dan empat unit usaha yaitu BICT, Belawan Logistic Center, Unit Usaha Galangan Kapal dan Rumah Sakit Pelabuhan Medan.

Pelayanan Pelindo I meliputi pelayanan kapal, pelayanan barang, pelayanan penumpang dan jasa kepelabuhanan lainnya. Pelindo I mempunyai lokasi strategis di Selat Malaka, yang merupakan selat tersibuk dalam lalu lintas perdagangan dunia.(M034)

Pewarta: Munawar Mandailing
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026