Usai meninjau Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) milik Kelompok Kartini Lestari di Kelurahan Ladang Bambu, Kecamatan Medan Tuntungan, Sabtu, Menteri Pertanian Suswono mengatakan, untuk membantu masyarakat, pihaknya akan menyalurkan dana stimulus sebesar Rp47 juta untuk setiap desa.
Program tersebut telah dijalankan sejak dua tahun lalu dengan target dua desa percontohan untuk setiap kabupaten di Indonesia.
Program KRPL tersebut sangat penting dijalankan karena dapat merealisasikan ketahanan pangan dengan basis rumah tangga.
"Kita ingin memanfaatkan lahan sekecil apa pun di sekitar rumah untuk memperkuat ketahanan pangan," katanya.
Ia mengatakan, dari analisa yang dilakukan, program KRPL tersebut dapat mengurangi pengurangan keluarga sekitar Rp200 ribu hingga Rp800 ribu per bulan.
Dalam menjalankan program KRPL tersebut, masyarakat yang tidak memiliki lahan tetap dapat menjalankan aktivitasnya dengan pola holtikultura.
"Yang penting, kita punya kemauan," katanya didampingi Kepala Dinas Pertanian Sumut HM Roem dan Kepala Badan Ketahanan Pangan Sumut Setyo Purwadi.
Ketua Kelompok Kartini Lestari Antoni Ginting mengatakan, program KRPL di Kelurahan Ladang Bambu tersebut telah berlangsung sekitar tiga bulan.
Adapun komoditas sayur yang ditanam di sejumlah lahan di kelurahan itu cukup beragam, seperti gambas, melon, paria, cabai, bayam, kangkung, kacang panjang, dan labu terompet.
Dalam program KRPL tersebut, pihaknya mendapatkan bantuan bibit dan pupuk dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bibit (BPTP) Sumatera Utara.
Berbagai jenis sayuran yang telah siap panen tersebut akan didistribusikan untuk seluruh anggota kelompok terlebih dulu sesuai dengan tujuan awal yakni peningkatan perekonomian keluarga.
"Diutamakan untuk anggota kelompok dulu. Kalau lebih, baru dijual," katanya.
Dalam kunjungan ke Kelompok Kartini Lestari di Kelurahan Ladang Bambu, Kecamatan Medan Tuntungan itu, Mentan Suswono melakukan panen gambas, kacang panjang, dan melon. ***4*** (T.I023/B/Z. Abdullah/Z. Abdullah) 22-06-2013 16:07:22
Pewarta: Irwan Arfa:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.