J



akarta, 12/6 (Antara) - Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan siap membantu pemerintah menstabilkan nilai tukar rupiah dengan melibatkan BUMN yang tingkat kebutuhan dolarnya tinggi.

"Kita sudah siapkan langkah untuk membantu pemerintah, saya sudah menghubungi Menteri Keuangan, Gubernur BI, termasuk dengan Pak Darmin (mantan Gubernur BI)," kata Dahlan, usai berpidato pada diklat dan pembekalan kepada calon pensiunan TNI AD di Gedung Jakarta, Rabu.

Menurut Dahlan, dalam komunikasinya dengan Chatib Basri, Agus Martowardojo dan Darmin Nasution itu lebih kepada teknis pelaksanaan program apa yang akan dilakukan BUMN.

"Saya tunggu usulan. BUMN siap saja membantu pemerintah mengatasi kondisi rupiah yang tertekan seperti sekarang ini," ujar Dahlan.

Meski demikian, mantan Direktur Utama PT PLN ini tidak merinci lebih lanjut langkah apa yang segera dilakukan BUMN, dengan alasan bahwa hal sensitif menyangkut keuangan.

"Ia hanya menjelaskan, bahwa kondisi seperti sekarang ini sudah pernah dilakukan ketika BI masih dipimpin Darmin Nasution.

Diketahui, nilai tukar di rupiah di pasar valuta asing pada dua hari terakhir mengalami penurunan. Pada perdagangan Selasa (11/6) ditutup di kisaran Rp9.830 per dolar AS, setelah sebelumnya sempat menembus Rp10.000 per dolar di pasar spot.

Pada Rabu (12/6) pagi rupiah dibuka pada kisaran Rp9.823-Rp9.828 per dolar AS.

Menurut catatan, BUMN memiliki kebutuhan valas yang sangat besar untuk operasional korporasi maupun pembayaran utang jatuh tempo.

BUMN skala besar seperti Pertamina butuh dolar untuk ekspor impor BBM yang pemakaiannya terus meningkat.

Demikian halnya dengan PLN, dan sejumlah perusahaan tambang dan energi membutuhkan dolar yang selama ini dibeli dari pasar uang.

Pada awal Januari 2013, Dahlan Iskan pernah menginstruksikan agar Pertamina dan PLN tidak melakukan pembelian dolar di pasar uang untuk kebutuhan dolar mereka.

Pertamina yang biasanya mencari dolar di pasar uang diarahkan untuk mempercayakan kebutuhan dolar kepada tiga bank BUMN yaitu Mandiri, BRI dan BNI.(R017)

Pewarta: Royke Sinaga
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026