Wali Kota Medan Rahudman Harahap saat membuka Pembinaan Pola Konsumsi Pangan Masyarakat di Medan Jumat, mengatakan selain untuk lebih meningkatkan gizi masyarakat, program tersebut juga dilakukan dalam upaya mengendalikan inflasi di kota itu.
"Kita akan mencanangkan pemberian bantuan "Beras Medan Peduli" kepada warga yang belum mendapatkan raskin dari pemerintah. Tujuan utama kita mengembangkan program ini untuk lebih meningkatkan gizi masyarakat terutama bagi warga yang masuk kategori rawan pangan," katanya.
Ia mengatakan mekanisme program tersebut akan dibuat sesederhana mungkin dengan melibatkan beberapa unsur Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Pemkot Medan, Korpri dan pemangku kepentingan lainnya di kota itu.
"Kita berharap program ini mudah-mudahan dapat berjalan dengan lancar seperti yang diharapkan. Program Beras Medan Peduli ini akan dibagikan kepada masyarakat setiap bulannya.
Saat ini Pemkot Medan sedang membuat konsep dan peraturannya, termasuk Peraturan Wali Kota (Perwal), dan untuk mendukung kelancaran program itu, pihaknya akan meminta data warga yang tidak mendapatkan raskin dari kelurahan.
"Semoga masyarakat bisa merasakan program yang akan secepatnya kita luncurkan ini," katanya.
Acara pembinaan pola konsumsi pangan masyarakat Kota Medan yang diikuti lebih kurang 180 peserta pengusaha home industri pangan olahan, kelompok binaan dan kader dari Kecamatan Medan Tuntungan serta Kecamatan Medan Selayang.
Acara juga dirangkai dengan penyerahan beras peduli sebanyak 15 ton bersumber dari cadangan pangan Provinsi Sumatera Utara kepada 100 kepala keluarga rawan pangan.***4***
(T.KR-JRD/B/M. Taufik/M. Taufik)
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.