"Segera perbaikan terhadap empat pasar tradisonil melalui dana APBN," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Langkat, Basrah Pardomuan di Stabat, Minggu.
Keempat pasar tradisionil yang menjadi perhatian untuk diperbaiki (rehab) melalui daa APBN tersebut terdiri dari pasar tradisionil Stabat, yang berada di Jalan Perniagaan Kelurahan Stabat Baru, katanya.
Menyusul perbaikan terhadap pasar tradisionil yang ada di desa Tanjung Langkat kecamatan Salapian.
Selain itu juga perbaikan terhadap pasar tradisionil yang ada di desa Namu Tating kecamatan Sei Bingei, dan pembangunan pasar baru di kecamatan Selesai, kata Basrah.
Basrah juga mengungkapkan bahwa turunya berbagai bantuan dari pemerintah pusat ke Langkat, berkat kepedulian Bupati Ngogesa Sitepu, yang memperjuangkannya ke Kementerian Perdagangan.
"Ini sebagau bentuk kepedulian pemimpin Langkat itu, terhadap pedagang, pengusaha kecil," katanya.
Menyangkut alokasi dana yang akan diperuntukkan buat pembangunan empat pasar tradisioni tersebut, instansinya masih menunggu, namun kepastiannya sudah ada.
Selain itu juga bantuan lainnya yang akan diterima Langkat, untuk tahun ini dari Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pembangunan sistim resi gudang, yang akan dibangun di kecamatan Sei Bingei.
Pembangunan ini juga nantinya akan menguntungkan bagi petani di wilayah Langkat Hulu, dimana hasil produksi pertanian petani bisa di gudangkan, dan si petani akan menerima resi dari pihak gudang. Resi tersebut bisa dimamfaatkan kepada pihak bank, dan sewaktu-waktu harga naik seperti padi, jagung, maka produksi pertanian yang ada di gudang tersebut bisa dijual dengan harga tinggi, untuk melunasi pemakaian uang bank, katanya.
Untuk itu nantinya diharapkan baik itu pedagang kecil, petani, akan menerima mamfaat besar dari berbagai pembangunan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini. ***3*** (T.KR-IFZ/B/B. Situmorang/B. Situmorang) 21-04-2013 16:12:56
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.