Oleh Evalisa Siregar Medan, 26/3 (Antara) - Bulog Sumatera Utara terus memperkuat stok beras dari daerah lain karena daerah itu belum panen besar di tengah harga jual yang menguat.

"Setelah dari Jawa Timur masuk sebanyak 7.500 ton dua pekan lalu, pekan ini ada lagi beras dari Pare-Pare sejumlah 4.825 ton dan itu semakin memperkuat stok Bulog, sekaligus bisa membantu menekan kenaikan harga di pasar," kata Humas Bulog Sumut Rudi di Medan, Selasa.

Dengan masuknya beras dari Sumatera Selatan itu yang mulai dibongkar di Pelabuhan Belawan, posisi stok awal pekan ini ada sebanyak 81.475 ton.

"Stok itu memadai untuk hampir tujuh bulan alokasi mengingat kebutuhan Sumut per bulan 11.193.300 kg (kilogram).Bulog terus memperkuat stok agar masa panen besar yang belum masuk tidak membuat harga beras tren naik terus,"katanya.

Dia mengakui hingga dewasa ini, Bulog belum bisa membeli banyak beras dari petani karena belum panen besar yang memicu harga jual masih mahal atau di atas harga yang ditetapkan pemerintah yakni Rp6.600 per kg.

Pembelian beras petani, kata dia, masih sejumlah 60 ton dari target tahun ini sebanyak 15.000 ton.

"Pembelian yang lalupun masih hanya bisa dilakukan di petani Deliserdang yang merupakan wilayah Sub Divre Medan,"katanya.

Kasubbag Program Dinas Pertanian Sumut Lusiantiny, menyebutkan, Sumut tahun 2013 menargetkan produksi padi sebanyak 3.875. 561 ton dari realisasi 2012 yang mencapai 3.841.778 ton.

Lusiantiny mengakui, meski sudah mulai panen, tetapi jumlahnya belum banyak.

"Mudah-mudahan April panen semakin banyak sehingga sasaran target produksi dari sasaran luas tanam padi di Sumut yang ditargetkan seluas 793.108 hektare dengan produktivitas 48,95 kuintal per hektare bisa tercapai,"katanya.***3*** yuliastuti (T.E016/B/N. Yuliastuti/N. Yuliastuti) 26-03-2013 12:33:13

Pewarta:

Editor :


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2013