Kepala Bidang Pembinaan SD SMP Dinas Pendidikan Kebudayaan Tapanuli Utara, Jeffry AM Lubis mengatakan, sejumlah enam sekolah dasar yang tersebar di tiga kecamatan dilebur menjadi tiga sekolah.

"Sebanyak enam SD telah dilebur menjadi tiga sekolah untuk efesiensi dan efektifitas pelayanan pendidikan," ujar Jeffry, Selasa (27/1).

Disebutkan, peleburan atau "regrouping" yang diterapkan atas enam unit SD sudah melalui kajian yang prosesnya telah dimulai dari tahun 2025, dimana sejak awal ada 71 sekolah yang hendak dilebur kemudian mengerucut ke 16 sekolah dan terakhir diterapkan untuk enam sekolah.

Keenam unit SD yang dilebur yakni SDN 173107 Banuarea tutup digabung ke induk SDN 173108 Banuarea Tarutung.

Serta, SDN 175798 Aritonang gabung ke SDN 173345 Aritonang Muara, serta SDN 173366 Parmonangan gabung ke SDN 173392 Parmonangan.

"Ada sebanyak 52 guru SD dienam sekolah tersebut, dan untuk tiga sekolah hasil lebur hanya membutuhkan sekitar 27 guru. Nanti yang 25 guru ataupun tenaga kependidikan akan diperbantukan baik itu kesekolah lain ataupun tenaga administrasi," terangnya.

Hal yang mendasari penerapan peleburan, kata Jeffry, idealnya satu rombel itu siswanya 28, namun di sekolah yang ditutup, rombel itu ada 7 bahkan ada yang hanya terdapat 4 siswa.

Terkait bangunan sekolah yang ditutup akan dialihfungsikan ke pelayanan publik seperti PAUD ataupun nanti jika tidak dibutuhkan Dinas Pendidikan , nanti akan dipinjamkan ke instansi yang lebih membutuhkan sesuai regulasi.

Nantinya, imbuh Jeffry, sekolah yang ditunjuk sebagai induk akan segera dibenahi sarana prasarananya.

Pewarta: Rinto Aritonang

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2026