Dari pelosok Sumatera Utara, tepatnya Gunung Tua di Kabupaten Padang Lawas Utara, lahir seorang perempuan tangguh yang kini menjadi wajah baru kepemimpinan muda Indonesia dalam bidang akademik dan keberlanjutan.
Namanya Dr. Muhrina Anggun Sari Hasibuan , M.Hut., M.Si, atau akrab disapa Ririn. Perempuan muda yang baru saja menyelesaikan pendidikan doktoral di IPB University ini tak hanya mencatat prestasi akademik gemilang, tetapi juga mengukir kiprah profesional yang kuat dalam dunia bisnis berkelanjutan.
Pada 25 Juni 2025, Ririn diwisuda sebagai Doktor dengan predikat Cumlaude dan IPK sempurna 4,00. Disertasinya berjudul "Desain Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Berbasis Jasa Ekosistem: Studi Kasus DAS Cisadane", menjadi kontribusi strategis dalam pengelolaan lingkungan hidup Indonesia.
Namun capaian akademik hanyalah satu sisi dari perjalanan panjangnya. Ririn juga menjabat sebagai Assistant Vice President (AVP) Riset Bisnis di PT Surveyor Indonesia, BUMN yang berperan penting dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan, transformasi hijau, dan tata kelola ESG (Environmental, Social, Governance).
“Saya selalu percaya bahwa pendidikan bukan tujuan akhir, tapi kendaraan untuk menciptakan dampak,” ujar Ririn, isteri tercinta Capt.Sardi Rais Harahap, M.Mar dalam sebuah forum kepemimpinan perempuan, sesuai keterangan yang diterima Antara.
Sejak remaja, Ririn telah menunjukkan tekad dan disiplin. Ia menempuh pendidikan di SMA Negeri 2 Plus Sipirok, sebuah sekolah berasrama yang dikenal menanamkan nilai-nilai kepemimpinan dan tanggung jawab. Tiga tahun di asrama telah membentuk karakter tangguh yang ia bawa dalam setiap langkah hidup.
Pesan almarhum Raja Inal Siregar, Gubernur Sumut legendaris, menjadi semacam kompas moral baginya: “Membangun tidak hanya dari kota ke desa, tetapi dari desa ke kota. Anak-anak dari desa harus jadi pelopor pembangunan.”
Dan Ririn, putri dari pasangan kedua orangtua Armadani Hasibuan (ayah) dan Murniati Panjaitan (ibu) ini menjelma sebagai wujud nyata pesan itu. Ia tumbuh dari desa dan kini berada di garda depan perubahan—baik di ranah akademik maupun dunia kerja.
Sebagai pemimpin muda, Ririn yang sudah dikaruniai dua anak (Raffa Delmora Harahap - Arfa Marino Harahap) dikenal mengedepankan kepemimpinan kolektif. Ia tidak hanya mengejar prestasi pribadi, tetapi juga mendorong pertumbuhan kapasitas tim, membangun budaya gotong royong, dan membuka ruang bagi orang lain untuk berkembang.
Bahkan disertasinya kini telah diadopsi menjadi bagian dari inovasi perusahaan tempatnya bekerja. Ririn menyampaikan terima kasih kepada Direktur Utama PT Surveyor Indonesia, Sandry Pasambuna, yang ia sebut sebagai pemimpin visioner dan mentor penting dalam kariernya.
Yang tak kalah inspiratif, Ririn anak perempuan satu-satunya dari empat bersaudara ini menjalankan peran ganda sebagai istri, ibu, profesional, dan akademisi. Ia membuktikan bahwa perempuan bisa sukses di semua lini kehidupan—tanpa harus meninggalkan jati diri maupun akar budaya.
Kisah menjadi simbol harapan bagi banyak perempuan dan anak-anak muda dari daerah. Bahwa asal bukanlah batas, dan bahwa perempuan pun bisa menjadi pemimpin perubahan.
Dari Gunung Tua, ia membawa semangat untuk Indonesia. Sebagai putri Padang Lawas Utara, Ririn menunjukkan bahwa mimpi besar bisa tumbuh dari desa, dan langkah kecil bisa berdampak besar jika disertai tekad, ilmu, dan cinta pada tanah kelahiran.
Editor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2025