Tapanuli Utara (ANTARA) - Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung mewisuda sebanyak 197 orang mahasiswa lulusan yang telah berhasil meraih gelar sarjana, magister, dan doktor.
IAKN Tarutung menggelar wisuda atas 197 mahasiswa pada sidang senat terbuka Wisuda XII Program Sarjana, Magister, dan Doktoral periode I tahun 2026 di Auditorium Kampus II IAKN Tarutung, Jumat, (17/4/2026).
Sebanyak 197 mahasiswa terdiri atas 173 orang mahasiswa lulusan S1, 22 orang lulusan S2, dan 2 orang lulusan S3.
Rektor IAKN Tarutung Prof Dr Ir Albiner Siagian mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah meraih gelar sarjana, magister, dan doktoral.
"Kami mengucapkan selamat kepada wisudawan/i mulai dari tingkat sarjana, magister, dan doktoral," ujarnya.
Prof Albiner berharap agar para alumni IAKN Tarutung khususnya yang masih bergelar S1 mampu bekerja dan berkarya di manapun berada.
"Kami berpesan lulusan sarjana karena sudah dibekali kurikulum kampus dapat bekerja dimanapun dan dibidang apapun," katanya.
Dia juga meminta agar para alumni IAKN tidak hanya berfokus hanya mencari pekerjaan tapi lebih pada mencari pekerjaan secara kreatif.
"Berusaha sendiri, bekerja secara kreatif dan jangan lagi berharap kepada orangtua," sebutnya.
"Misalnya yang para lulusan program studi Pendidikan Agama Kristen Anak Usia Dini (PKAUD) bisa membuka dan mendirikan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)," imbuhnya.
Senada, Wakil Rektor III bidang kemahasiswaan IAKN Tarutung, Hanna D Aritonang. Dia mengatakan pihaknya telah mempersiapkan para alumni dari berbagai aspek untuk mampu bersaing pada dunia kerja.
"Sebelumnya, para mahasiswa telah dipersiapkan dengan program bimbingan belajar dan pelatihan secara rutin," jelasnya.
"Selain itu kami juga ada program magang kerjasama dengan para mitra. Misalnya di sekolah, pemerintahan, di gereja, perhotelan, bahkan kami ada magang internasional ke negara Korea," imbuhnya.
Dia juga mengatakan untuk mendukung kemampuan bagi pada alumni, pihaknya telah menjalin kerjamsama dengan Negara Ameriksa Serikat dalam hal intensif "english course".
"Kami memberangkatkan para mahasiswa kami ke Medan untuk intensif "english course", "soft skill", dan "public speaking".
Mereka mendapat sertifikat yang bisa menjadi modal pendamping ijazah, sehingga telah banyak juga alumni yang bekerka d konselor, sekolah internasional di Medan dan di Jakarra, dan kami dengan bangga memgatakan ada bekerja pada bidang pembinaan mental, dan perwira polisi," terangnya.
Pewarta: Rinto AritonangEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026