Tenaga Ahli PT Agincourt Resources (AR), Prof Dr Ir Nampiah yang Guru Besar Tetap Fakultas MIPA Institut Pertanian Bogor selaku menyampaikan manfaat Peran Mikoriza Dalam Pembentukan Stok Karbon di Daratan untuk Mengurangi Efek Pemanasan Global.

Hal itu disampaikan Prof Nampiah dalam seminar nasionalnya di Kawasan Ancol, Jakarta, Senin (19/2) dalam Rangkaian Hari Pers Nasional 17 hingga 20 Februari.

Lanjut Prof Nampiah Mikoriza yang berasal dari bahasa Yunani mukus yang berati cendawan (fungus), dan rhiza adalah akar (root). Mikoriza menjadi kunci penghubung dari sumber karbon yang tinggi di bawah tanah (below-ground) menuju rantai makanan yang terjadi di atas tanah (above-ground).

Mikoriza yang berperan penting dalam penurunan CO2 di atmosfer melalui proses fotosintesis yang dilakukan oleh tumbuhan inangnya dan ini akan menjadi objek ketika bisa dikembangkan di Otorisas IKN, ungkap Prof Nampiah.

Masih menurut Nampiah, manfaat mikoriza terhadap reklamasi lahan bekas tambang dan keberlanjutan ekosistem hutan yaitu meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman, meningkatkan kelangsungan hidup dan keanekaragaman tumbuhan.

Kemudian meningkatkan ketahanan tanaman terhadap cekaman biotik dan abiotik, mengurangi kebutuhan pupuk dan irigasi, jaringan miselium yakni komunikasi tumbuhan, mencegah kerusakan dari logam berat dan polutan lainnya, dan berkontribusi terhadap penyerapan karbon.

Cendawan mikoriza penting digunakan untuk menciptakan lingkungan kehutanan yang sehat dan berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Tanaman lokal yang telah disuntikkan mikoriza di area reklamasi PT AR antara lain mahang, simarbaliding, tampu gajah, sanduduk, durian, jottik-jottik, sengon, dan waru," sebut Nampiah.

Pewarta: Khairul Arief

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2024