Komandan Tim Kampanye Nasional (TKN) Fanta Prabowo - Gibran, Arief Rosyid Hasan menegaskan saatnya anak muda menentukan masa depan bangsa apakah menjadi negara maju atau negara gagal.

Sebab, lanjut dia, banyak yang bisa dilakukan anak muda Indonesia saat ini di usia produktif. Bila anak muda berhasil memanfaatkan situasi ini, maka bukan tidak mungkin Indonesia menjadi negara maju, seperti Korea.

"Saat ini anak muda banyak mendapatkan kesempatan untuk maju. Setelah pilpres lalu, muncul menteri muda, staf khusus presiden dari kalangan muda. Begitu juga komisaris anak muda," kata Arief saat bertemu influencer dan Tim Fanta Sumut dalam rilis di Medan, Jumat (19/1).

Dia menjelaskan, saat ini ada sekitar 7 persen menteri di Indonesia dijabat anak muda yang berarti anak muda semakin mendapatkan kesempatan besar untuk tampil di jabatan strategis.

"Artinya anak muda tidak boleh lagi di pinggir jalan atau dipinggirkan. Hanya dijadikan juru bicara atau tim sukses. Harus mendapatkan kesempatan lebih," jelasnya.

Untuk itulah, kesempatan didapat berjuang bersama pasangan Prabowo - Gibran harus dimanfaatkan dengan maksimal mengingat banyak program yang telah dirancang untuk generasi muda.

"Inilah yang menjadi alasan kita berjuang untuk memenangkan Prabowo - Gibran. Persentase program anak muda itu cukup besar. Semua ini untuk hajat hidup kita," ucap dia.

Pihaknya menambahkan, beberapa program yang digaungkan berkaitan dengan kepentingan anak muda yakni, kredit start up, digitalisasi, ekonomi syariah dan lainnya.

Apabila program ini diberikan kepada kaum tua untuk melaksanakannya, maka tidak akan berjalan. Di sini peran anak muda untuk melaksanakan program ini.

"Apabila kita berhasil membangun narasi yang tepat, maka anak muda bisa mendapatkan maju di Pilkada Di pilkada setelah pilpres. Sekarang ini kira bicara menang. Tidak ada kata kalah," tegasnya.

Untuk itulah dirinya mengingatkan kepada relawan muda untuk memperluas lapangan terlebih dahulu sebelum berjuang. "Kerjasama dan kolaborasi. Jangan main sendiri. Nanti malah saling sikut sesama anak muda," tutur Arief.

Pewarta: Muhammad Said

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2024