Sedikitnya 171 rumah terendam air akibat luapan Sungai Batang Toru dan Sungai Sangkunur di Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan pada Kamis (17/3).

Menurut Kepala Desa Simataniari Habibullah Harahap menghubungi ANTARA mengatakan air yang merendam ratusan rumah penduduk itu mulai sejak pagi tadi akibat hujan deras mengguyur wilayah tersebut. 

Dikatakan, lokasi banjir yang merendam ratusan rumah warga itu tepatnya di Kampung Muara Pardomuan dan Kampung Setia Baru disebut Sibara-bara, Angkola Sangkunur. 

Baca juga: MTQN ke 54 Tapsel berakhir, Muara Batang Toru juara umum

"Sejauh ini dilaporkan tidak ada korban jiwa. Ketinggian air ada yang mencapai 1-1,5 meter. Anak-anak sekolah SD dan SMP terpaksa diliburkan, areal perkebunan warga juga tak luput terendam," katanya. 

Diketahui Sibara-bara sudah sejak lama menjadi langganan banjir. Tidak saja ketika hujan, namun akibat banjir kiriman daerah tersebut sering terendam berhari-hari. 

"Menjelang memasuki awal Tahun 2022 daerah ini mengalami hal yang sama, terendam akibat luapan dua sungai Batang Toru dan Sungai Sangkunur," katanya. 

Sementara Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Roman Smaradhana Elhaj menyatakan Bahwa pihaknya kini tengah turun ke lokasi banjir melakukan monitor sekaligus memantau kejadian.

Tidak saja pihak Kepolisian juga pihak TNI dan BPBD juga tengah berada di lokasi memantau sekaligus mengimbau masyarakat agar terus waspada terhadap kejadian. 

"Sejumlah personel turun ke lokasi banjir, mudah-mudahan air cepat surut. masyarakat sampai saat ini rata-rata masih bertahan. Belum ada yang mengungsi," kata Kalaksa BPBD Tapsel Ilham Suhardi.

Pewarta: Kodir Pohan

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2022