Wali Kota Medan Bobby Nasution mempelajari tawaran satu hektare lahan menjadi sentra industri kecil serta usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di PT Kawasan Industri Medan (KIM).

"Berikan kami waktu beberapa bulan ini untuk melihat pengelolaan lahan di sana. Saat ini pengembangan UMKM di Kota Medan masih berbasis kewilayahan," kata Bobby di Medan, Jumat.

Hal itu diungkapkannya usai menerima Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM M Riza Damanik serta Dirut PT KIM (Persero) Ngurah Wirawan didampingi pimpinan OPD terkait di Balai Kota Medan.

Wali kota menegaskan, pengembangan UMKM di ibu kota Provinsi Sumatera Utara hingga kini belum tersentralisasi, termasuk komoditi maupun produk unggulan.

Data terakhir Dinas Koperasi dan UKM Kota Medan menyebutkan, jumlah pelaku UMKM total 1.603 unit, di antaranya 1.480 mikro, 112 kecil dan 11 unit menengah.

"Pemerintah Kota Medan mengupayakan agar pengembangan UMKM di daerah ini dilakukan di wilayah-wilayah yang terdiri dari 151 kelurahan dan 21 kecamatan," ucap Wali Kota Bobby.

Dirut PT KIM (Persero), Ngurah Wirawan, mengaku ada lahan seluas satu hektare lebih yang hingga kini belum dimanfaatkan.

"Lahan itu bisa dimanfaatkan untuk menjadi sentra industri kecil dan UMKM," terangnya.

Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM, M Riza Damanik, mengatakan untuk merealisasikannya Pemkot Medan bisa berkolaborasi pemerintah pusat, provinsi, termasuk PT KIM sendiri.

"Persoalan pengelolaan dan tema komoditi, Pemkot Medan yang lebih tahu," ucapnya.
 

Pewarta: Muhammad Said

Editor : Riza Mulyadi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2021