Wakil Ketua DPRD Kota Medan Rajudin Sagala menyatakan akan mengawal penanganan medis seorang korban luka berat penumpang angkutan kota (angkot) yang tertabrak kereta api di Kota Medan.

"Empat meninggal, lima luka-luka. Tiga orang dari lima itu luka berat, termasuk yang saya rujuk ke RS Royal Prima. Jadi di Royal Prima itu, matanya kena serpihan kaca," ujar Rajudin di Medan, Ahad (5/12).

Informasi dari tim medis, lanjut dia, diperkirakan kedua bola mata seorang gadis bernama Putri Sefyrawan (19), warga Kelurahan Karang Berombak itu mengalami cacat total.

Baca juga: Berikut identitas para korban tertabrak kereta api di Medan

Pihaknya masih mengusahakan yang terbaik bagi kesehatan putri dari keluarga kurang mampu yang tinggal di Jalan Karya Ujung, Gang Karang Sari, Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat itu.

Seperti diketahui, tabrakan tragis terjadi antara angkot minibus Wampu Mini 123 yang menerobos palang pintu kereta api ketika sedang melintas, sehingga langsung terpental sekitar 15 meter di Jalan Sekip, Medan, Sabtu (4/12).

"Itu pun serpihan kacanya belum bisa dicabut, ini mau dioperasi. Kita sedang proses dirujuk ke RSUP Adam Malik, karena Royal Prima tak sanggup," tegas dia.

"Sedangkan korban yang lainnya saya kurang tahu, karena keluarganya langsung menangani. Ini dari keluarga kurang mampu dibuat gratis, karena yang minta orang tua dan neneknya," terang Rajudin.

Sub Koordinator Hukum, Organisasi dan Humas RSUP H Adam Malik, Rosario Dorothy Simanjuntak, mengaku hingga kini pihaknya belum menerima pasien atas nama Putri Sefyrawan.

"Sampai saat ini belum ada, mungkin mereka masih persiapan aja," tegasnya.

Pewarta: Muhammad Said

Editor : Riza Mulyadi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2021