Manajemen PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre 1 Sumatera Utara, mulai Sabtu, 22 Mei menyediakan layanan pemeriksaan COVID-19 dengan GeNose C-19 untuk mempermudah penumpang yang menggunakan jasa layanan kereta api.

"Layanan tes GeNose C-19 yang dilakukan KAI merupakan yang pertama dilakukan operator transportasi di Sumut. Layanan itu untuk mempermudah calon penumpang yang menggunakan jasa KA antarkota yang masih diwajibkan menyertakan hasil tes COVID-19, " ujar Vice President PT KAI Divre I Sumut, Daniel Johannes Hutabarat di Medan, Sabtu (22/5). 

Layanan tes GeNose C-19 itu merupakan wujud komitmen KAI untuk memberikan pelayanan maksimal kepada penumpang di masa pandemi COVID-19.

Layanan tes GeNose C-19 dengan tarif Rp30.000 per orang dan beroperasi mulai pukul 06.00 - 19.00 WIB itu dipastikan membantu calon penumpang KA.

Baca juga: Pascapenyekatan arus mudik, KAI Sumut tambah 12 perjalanan kereta api

Di Stasiun KA Medan, disediakan empat bilik pengambilan sampel napas, perangkat komputer, ruang tunggu dan pelayanan pemeriksaan GeNose C-19.

Dia dan yang didampingi Manager Humas KAI Sumut, Mahendro Trang Bawono, menjelaskan, bagi calon penumpang KA yang akan melakukan tes GeNose C-19 diwajibkan tidak makan/minum dan tidak merokok 30 menit sebelum pemeriksaan.

KAI terus menjalankan prokes (protokol kesehatan) ketat di kawasan stasiun, di kereta api, untuk penumpang dan seluruh karyawan guna menekan penyebaran COVID-19.

"Bagi calon penumpang antarkota yang hasil tes GeNose C-19 nya positif, maka tentu saja tidak diberangkatkan,"katanya.

Selain di Stasiun Medan, tes Genose C-19 itu akan melayani penumpang di Stasiun Tebing Tinggi, Kisaran, Tanjung Balai, dan Stasiun Rantau Prapat.

Sebelum GeNose C-19, KAI menyediakan layanan Rapid Antigen di semua stasiun.

Ada pun masa berlaku hasil negatif tes RT- PCR, Rapid Antigen dan GeNose C-19 maksimal 1x24 jam.

“PT KAI terus berkomitmen mendukung penuh upaya pemerintah menekan penyebaran COVID-19,"katanya.

Salah satu penumpang KA Sri Bilah (Medan-Rantauptapat-Medan) Emiana, mengaku, tertolong dengan ada layanan GeNose-19 karena tarifnya lebih murah.

"Biasanya harus mengeluarkan duit minimal Rp100.000 untuk pemeriksaan, ini Rp30.000 udah bisa tes. Dan tak takut karena yang diperiksa hasil pernafasan saja," kata Emi, warga Langkat yang mau ke Rantauprapat mengunjungi suaminya yang bekerja di daerah itu.

Pewarta: Evalisa Siregar

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2021