Jumlah investor pasar modal Sumatera Utara hingga Februari 2021 sudah sebanyak 105.303.

"Jumlah investor di Februari itu bertambah 7.768 dibanding Januari yang masih 97.635," ujar
Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumut, Muhammad Pintor Nasution, di Medan, Jumat.

Dia mengatakan itu di sela acara bincang pasar modal kepada pelaku UMKM pariwisata dan ekonomi kreatif di Sumut yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Menurut Pintor, jumlah investor pasar modal di Sumut memang terus naik sejalan dengan semakin dikenalnya pasar modal sebagai salah satu sumber pembiayaan.

Baca juga: Investor masih lirik sektor industri makanan dan listrik di Sumut

Di Sumut, katanya, jumlah investor milenial paling besar peningkatannya.

"BEI Sumut terus berupaya menjaring kalangan milenial untuk menjadi investor di pasar modal," katanya.

Mengenai transaksi di pasar modal, katanya, diakui ada penurunan di posisi Februari yang hanya sebesar Rp24,949 triliun.

Penurunan transaksi di Februari karena sebelumnya sudah terjadi peningkatan sejak Juni 2020 dan mencapai puncaknya di Januari 2021 sebesar Rp40,909 triliun.

Baca juga: Jasa Marga siapkan 9 ruas tol potensi undang investor lewat LPI

"Setelah mencapai puncak transaksi di Januari 2021, maka di Februari market mulai terkoreksi kembali," ujar Pintor.

Dia berharap dengan kegiatan bincang pasar modal yang digelar Kemenparekraf, jumlah investor di Sumut semakin banyak, apalagi potensi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif cukup besar di Sumut.

"Diharapkan penambahan jumlah investor pasar modal di Sumut pada 2021 lebih banyak dari perolehan di 2020," katanya.

Sepanjang 2020, jumlah investor mencapai 85.267 dengan nilai transaksi Rp30,571 triliun.

Di tengah pandemi COVID-19, investor pasar modal di Sumut pada 2020 justru naik hingga 35.244 dari 2019 yang masih 50.023.

Pewarta: Evalisa Siregar

Editor : Riza Mulyadi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2021