Pencangan vaksinasi COVID-19 di Kota Sibolga, Sumatera Utara dimulai hari ini, Selasa, (9/2).

Wali Kota Sibolga Drs. H.M. Syarfi Hutauruk, MM, didampingi Wakil Wali Kota Edi Polo Sitanggang, S.Pi, Ketua Pengadilan Gabe Dorris br. Saragih, SH, MH, Kapolres Sibolga AKBP Triyadi S.I.K, Sekda Kota Sibolga M. Yusuf Batubara, SKM, MM, Perwakilan Danrem dan Dandim 0211/TT membuka pencanganan tersebut di Aula kantor Wali Kota Sibolga.

Dalam sambutannya Wali Kota menyampaikan, kegiatan itu digelar berdasarkan Surat Keputusan Presiden.

"Tujuan vaksinasi ini untuk mencegah dan meningkatkan imun tubuh, sehingga virus corona tidak lagi bisa masuk. Dengan demikian kehidupan kita ini tidak lagi menakutkan, dan tidak normal seperti yang kita alami sekarang ini,” sebut Wali Kota.

Baca juga: Satu pekan vaksinasi di Simalungun, tidak ada efek samping

Wali Kota juga mengapresiasi dan berterima kasih kepada Dinas Satpol PP dan Damkar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kapolres, Dandim, yang hampir tiap malam melakukan razia protokol kesehatan ke masyarakat.

"Saya berharap kepada kita semua jangan marah kepada petugas kalau ada razia prokes, karena tujuannya untuk kehidupan kita,” pintanya.

Wali Kota yang akan berakhir masa jabatannya itu menambahkan, di beberapa negara angka yang terpapar Covid sudah menurun, tetapi di Indonesia semakin tinggi.

"Walaupun nanti telah divaksin, jangan lupa 3M (Menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan)," imbaunya.

Baca juga: Hari ini, Wali Kota Padangsidimpuan Irsan Efendi disuntik vaksin COVID-19

Dijelaskannya, bahwa MUI telah menfatwakan vaksin yang akan disuntikkan adalah halal.

"Inilah yang dilakukan untuk kepentingan menyelamatkan kesehatan dan kehidupan masyarakat. Mudah-mudahan semuanya terhindar dari COVID-19 dan wabah ini segera hilang dari bumi kita ini,” pungkasnya.

Sementara itu Kadis Kesehatan Firmansyah Hulu, A.Pt, M.Kes dalam laporannya menyampaikan, tujuan dari vaksinasi itu untuk mengurangi transmisi/penularan COVID-19, mencapai kekebalan kelompok (Herd Imunity).

“Herd Imunity itu akan tercapai apabila minimal 70% masyarakat telah divaksin. Tentu ini memerlukan waktu yang lama dan perlu dukungan serta kerjasama dari berbagai pihak sehingga pelaksanaan ke depan bisa sukses.” Katanya.

Dalam pencanangan sekaligus penyuntikan Vaksin COVID-19 tahap pertama ini diberikan kepada 11pejabat publik, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Hal ini diharapkan dapat menimbulkan optimisme dan motivasi masyarakat terhadap vaksin COVID-19 yang aman dan halal.

Selanjutnya akan dilakukan penyuntikan tahap kedua, 14 hari lagi yaitu tanggal 23 Februari 2021.

"Setelah kita lakukan pencanangan ini, akan dilakukan Vaksinasi kepada seluruh SDM Kesehatan Kota Sibolga," pungkasnya.

Pewarta: Jason Gultom

Editor : Riza Mulyadi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2021