Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Binjai mengajak peran LSM dan Ormas dalam membina demokrasi yang menjadi tema sosialisasi tahapan Pilkada di masa Pandemi COVID-19 yang digelar di Kafe Kolam Kelurahan Pahlawan Kecamatan Binjai Utara.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi Pemilihan Umum Binjai Zulfan Effendi, di Binjai, Rabu (14/10).

Zulfan menjelaskan sosialisasi tahapan pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Binjai tahun 2020 ini diikuti oleh PC Himpunan Mahasiswa Alwasliyah (HIKMAH) Kota Binjai, Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kota Binjai, STIT Binjai serta beberapa perwakilan Ormas.

Baca juga: Kapolres Binjai pimpin langsung pengamanan ratusan warga yang unjuk rasa

Sedangkan bertindak selaku narasumber dalam bentuk dialog dan tanya jawab Herry Dani SE, MBA (Ketua KPU Binjai masa bakti 2013-2018) selaku narasumber.

"Digelar secara sederhana dengan penerapan Protokol Kesehatan, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi panduan serta disosialisasikan ke masyarakat," katanya.

Herry Dani menjelaskan Pilkada dibuat secara demokrasi untuk membuka kesempatan partisipasi publik dalam menentukan tujuan dan memilih pemimpin sesuai hati nurani.

"Tidak hanya itu, mengawasi pemerintahan dan meminta pertanggungjawaban juga menjadi tujuan dari demokrasi," katanya.

Guna mewujudkan Pilkada yang berkwalitas, lanjutnya, untuk itu perlu tekad bersama seluruh unsur maupun elemen masyarakat.

"Sekarang ini masyarakat telah sadar berdemokrasi dan melek politik. Rakyat akan menyeleksi calon calon Kepala Daerah. Untuk itu, seluruh institusi harus komit untuk menciptakan Pilkada damai," harapnya.

Herry yang pernah menjabat sebagai Ketua KPU Binjai ini juga berharap, untuk pilkada tahun 2020, yaitu dimasa Pandemi COVID-19, semuanya harus disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.

"Hindari kerumunan, jaga jarak, selalu pakai masker serta usahakan memakai sarung tangan dan sediakan cairan hand sanitizer," pintanya.

Ketua KPU Binjai Zulfan Effendi mengatakan pada saat pencoblosan, tepatnya 9 Desember nanti, seluruh pemilih wajib diukur suhu tubuhnya.

"Wajib diukur, maksimal 37,3 derajat. Jika lebih akan diberikan bilik khusus," urainya.

Sedangkan setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) nantinya akan disemprot disinfektan serta ada jarak untuk pemilih yang masuk dan melakukan pencoblosan.

"Sesuai simulasi, kita akan memakai empat bilik. Pemilih memakai sarung tangan plastik. Sedangkan tinta nantinya bukan di celup, tetapi dioleskan," ungkapnya.

Sedangkan untuk pemilih yang tidak memakai masker, lanjut Zulfan, maka tidak diperbolehkan mencoblos. Sesi tanya jawab juga menjadi bagian dari kegiatan ini. Diantaranya terkait celah celah terjadinya kecurangan dalam pilkada, serta data pemilih yang sudah meninggal namun masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Hadir dalam acara tersebut, Komisioner KPU Kota Binjai yang juga Ketua Divisi Sosialisasi Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat, Robby Effendi Hutagalung.

Pewarta: H.Imam Fauzi

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2020