Petenis Petra Kvitova awal pekan ini pernah mengakui bahwa dia tidak tahu banyak lawannya pada babak ketiga Leylah Fernandez, tapi kini dia tidak melupakan pertemuan mereka setelah susah payah lolos ke 16 besar French Open melewati hadangan dia Sabtu waktu setempat.

Menang dengan 7-5 6-3 terlihat meyakinkan, namun sebenarnya menyembunyikan kisah betapa mati-matiannya Kvitova dalam laga di mana kedua petenis sama-sama melepaskan 32 pukulan winner untuk akhirnya menyudahi ujian dari petenis Kanada berusia 18 tahun itu.

Fernandez yang juara French Open junior tahun lalu dua kali memegang set point pada set pembuka ketika dia memimpin 5-1 dan kalah pada sembilan game berturut-turut untuk akhirnya menyerahkan set ini kepada petenis unggulan ketujuh tersebut.

Tak mengherankan jika Kvitova yang berusia 30 tahun itu lega untuk menyapu set kedua dengan sebuah winner yang mengakhiri perlawanan Fernandez setelah dua petenis kidal ini bertarung selama hampir dua jam.

Baca juga: Novak Djokovic lewati Galan untuk lolos ke 16 besar

Juara Wimbledon dua kali itu mencapai babak keempat Paris untuk kelima kalinya dan akan ditantang petenis non unggulan dari China, Zhang Shuai.

Fernandez membuat petenis AS Coco Gauff menjadi bukan satu-satunya bintang baru tenis dunia.

"Saya sungguh menganggap dia benar-benar menyajikan permainan yang hebat," kata Kvitova kepada wartawan seperti dikutip Reuters. "Dia bergerak cepat. Dia menguasai bola dan jika dia punya kesempatan dia akan benar-benar mengejarnya."

"Sungguh menantang hari ini dan saya sungguh bahagia menemukan cara sekalipun tidak mudah".

Fernandez sempat set point pada kedudukan 5-1, dan kemudian pada posisi at 5-3 sebelum permainan perkasa Kvitova merusak irama permainan dia.

Kvitova yang berasal dari Ceko terlihat lega ketika bisa menyamakan 5-5 dan pada game berikutnya Fernandez yang menjadi petenis termuda yang maju ke babak ketiga menunjukkan kelemahannya karena belum berpengalaman dengan beberapa kali melakukan kesalahan ganda.

Namun pada set kedua Fernandez tidak terlihat frustrasi dengan nyaris mematahkan dua break point untuk hampir menyamakan 4-4 tetapi Kvitota bertahan untuk memimpin 5-3 lewat voli bertenaganya.

Kvitova melepaskan sebuah winner untuk memenangkan set ini sebelum menyampaikan sesuatu kepada lawannya depan net.

"Dia bilang pada saya selamat dan semoga beruntung di masa depan yang manis sekali kedengarannya. Saya mengagumi dia sejak saya kecil," tutup Fernandez.
 

Pewarta: Jafar M Sidik

Editor : Akung


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2020