Jerman mengonfirmasi peningkatan infeksi virus corona hingga 3.834 dalam 24 jam terakhir, menjadi 99.225 kasus pada Selasa.

Kenaikan itu mengakhiri penurunan selama empat hari berturut-turut, demikian data Robert Koch Institute untuk penyakit menular.

Sementara itu, jumlah kematian juga mengalami kenaikan sebanyak 173 menjadi 1.607.
Baca juga: Amankah berhubungan intim saat corona? ini kata dokter

Baca juga: Kisah pasien sembuh COVID-19 di Sumut: Intinya jangan panik

Jumlah kasus baru pada Selasa lebih tinggi dibanding 3.677 kasus yang dilaporkan pada Senin. Sedangkan jumlah kematian naik hingga 92 pada Senin.

Meskipun terjadi peningkatan kasus infeksi dan kematian akibat corona di Jerman, otoritas di negara yang melahirkan novelis Gunter Grass itu berencana mengakhiri karantina wilayah pada 19 April mendatang.

Baca juga: PM Inggris dipindahkan ke ICU setelah gejala infeksi virus corona memburuk

Saat ini Kementerian Dalam Negeri sedang menyusun rencana aksi yang akan diterapkan untuk membatasi penularan virus corona setelah karantina wilayah dicabut. Di antara rencana aksi yang sedang disusun itu adalah penggunaan masker bagi siapa pun yang sedang berada di tempat umum, pembatasan pertemuan pubik dan mekanisme pelacakan individu yang dianggap berpotensi menularkan atau tertular corona.

Otoritas di Jerman juga berencana membuka kembali sekolah untuk melakukan proses pembelajaran secara normal. Tanda-tanda kembalinya aktivitas publik yang normal juga mulai terlihat pada komunitas klub sepak bola yang sudah kembali melakukan latihan meskipun corona masih mengancam di mana-mana.

Sumber: Reuters
 

Pewarta: Asri Mayang Sari

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2020