Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebutkan tingkat penyalahguna narkotika dan obat-obatan berbahaya mengalami kenaikan sebesar 0,03 persen.

"Narkoba ini bukan hanya di Indonesia, ya. Di seluruh dunia hampir sama, tetapi di Indonesia meningkat 0,03 persen," kata Kepala BNN Komjen Pol Heru Winarko, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis.

Menurut dia, jumlah penyalahguna narkoba di Indonesia diperkirakan mencapai lebih kurang 3,6 juta orang dari rentang usia 15-65 tahun.

Ia mengatakan jenis narkoba yang paling banyak disalahgunakan adalah ganja yang terdata mencapai sekitar 63 persen.

"Yang paling banyak menggunakan, 63 persen adalah jenis ganja. Jadi kita sekarang fokus di Aceh, di beberapa daerah, pemusnahan lahan-lahan ganja kita lakukan," katanya.

Heru memastikan berbagai upaya terus dilakukan BNN untuk mengurangi tingkat penyalahgunaan narkoba, termasuk menyosialisasikan agar jangan sekali-kali mencoba narkoba.

Sementara itu, Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari menjelaskan persoalan narkoba sudah menjadi persoalan yang dihadapi banyak negara.

"Memang narkotika itu tidak pernah ada satu negara saja yang terlibat. Kalau dia sudah sindikat internasional," katanya.

Menurut Arman, masuknya narkoba biasanya dari Malaysia sebagai transit, sementara sumber barang berasal dari sindikat di Laos, Myanmar, dan Thailand.

"Nah dari sini sudah jelas kita lihat bahwa sindikat yang terlibat, terdiri dari beberapa kebangsaan. Kalau kita lihat dari sumber barangnya maka juga mereka berada di teritorial beberapa negara," katanya.
 

Pewarta: Zuhdiar Laeis

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2019