Ratusan gamer (pemain game) dari kualifikasi online First Warriors di Medan dan sekitarnya bertanding pada babak final audisi yang digelar secara tatap muka di Sun Plaza Medan, Minggu (15/9).

Audisi First Warriors tersebut merupakan program spesial PT Link Net Tbk melalui branch First Media.

Selain Medan, audisi final juga akan digelar di Surabaya, Bandung dan Jakarta. Sedangkan kompetisi online  digelar di Batam dan Semarang. Sebanyak 48 pemain terbaik dari setiap kota atau masing-masing kota 8 pemain berhak mewakili daerahnya mengikuti masa karantina di Jakarta mulai 12 Oktober 2019.

Hal itu dikatakan Deputy Chief Executive Officer (CEO) PT Link Net Tbk, Victor Indajang, didampingi Branch Head wilayah Medan PT Link Net TBK, Andi Tanadi, dan Skyla, salah seorang juri First Warriors, pada jumpa pers kompetisi offline First Warriors di Medan.

"Pada masa karantina nanti, mereka dibekali materi dari para ahli dan mentor untuk menjadi tim profesional yang akan bertanding di grand final di Jakarta. Total hadiah yang disediakan senilai Rp1,3 miliar dan satu unit mobil Renault termasuk dikontrak eksklusif sebagai Official eSports Team Firs Media yaitu First Raiders," jelas Victor.

Menurut Victor, antusias para gamer di Medan dan sekitarnya mengikuti audisi First Warriors sangat tinggi. Ini dibuktikan dengan banyaknya pemain di Medan yang mengikuti ajang  pencarian bakat atlet eSports pertama di Indonesia ini.

Bahkan, katanya, Medan salahvsatu daerah penyumbang pemain berkualitas. "Khusus untuk Medan, kami terus melakukan berbagai kegiatan yang mendukung eSports. Semoga yang terbaiklah yang menang. Dan kami harap wakil dari Medan dan Sumatera Utara mampu bertarung dengan baik di grand final dan terpilih menjadi bagian dari tim First Raider," katanya.

Victor mengatakan, keputusan First Media menggelar program First Warriors tak serta merta muncul. Latar belakang terkuat adalah merealisasikan sekaligus meneruskan komitmen membangun ekosistem esports di Indonesia.

Bagi para pecinta esports di Indonesia, PT Link Net bukan pemain baru di ranah esports. Beberapa aktivitas olah raga virtual telah menjadi bagian dari 'kehidupan' lini induk First Media tersebut, seperti penyelenggaraan Piala Presiden eSports 2019.

"First Warriors ini menjadi bagian dari inisiatif First Media dalam mendukung pemerintah memajukan dunia esports di Indonesia," kata Victor.

Seperti diketahui, banyaknya atlet esports tak lepas dari perkembangan cabang ini yang semakin cepat. Data Newzoo’s 2019 Global Games Market Report mengungkapkan, industri esports bakal bertumbuh. Segmen gim mobile melalui ponsel pintar dan tablet menjadi penyumbang terbesar pada 2019, yakni mencapai angka 68,5 miliar dolar AS.

Pertumbuhan yang semakin bergerak positif membuat pangsa pasar industri esports mendapat berkah. Newzoo memrediksi, pada 2022, gim mobile akan menghasilkan pendapat di angka 95,4 miliar dolar AS.

Untuk  menyokong  First Warriors, First Media memberi beberapa kemudahan bagi mereka yang ingin menikmati sajian esports. Satu yang menjadi andalan adalah keberadaan POP Game Xpert, yang khusus bagi para gamer.

Layanan ini memiliki model high speed unlimited broadband, high end game router, dan best quality channels. Ada juga channel khusus yang menghadirkan lebih dari 1.000 jam konten gaming dan eSports.

Pewarta: Evalisa Siregar

Editor : Riza Mulyadi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2019