Nilai ekspor Sumatera Utara pada kwartal I 2019 turun hingga 386,881 juta dolar AS dibanding periode sama 2018 atau menjadi 2,523 miliar dolar AS.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Syech Suhaimi di Medan, Minggu, mengatakan, pada kwartal I 2018, nilai ekspor Sumut sudah mencapai 2 ,910 miliar dolar AS.

"Penurunan ekspor dipicu turunnya ekspor sektor industri sebesar 14,55 persen atau dari 2,690 miliar dolar AS di 2018 menjadi 2,299 miliar dolar AS di 2019," ujarnya.

Penurunan ekspor sektor industri Sumut dipengaruhi perekonomian global yang masih belum stabil. Akibat belum stabil, permintaan ekspor dari berbagai negara melemah.

Ekspor Sumut ke RRT misalnya, turun 8,39 persen atau menjadi 300,815 juta dolar AS.

Ekspor ke India juga turun 17,98 persen dan ke Jepang turun 10,72 persen.

"Syukur, ekspor pertanian masih naik 2,11 persen atau menjadi 223,961 juta dolar AS," katanya.

Pengamat ekonomi Sumut, Wahyu Ario Pratomo menyebutkan, terus turunnya nilai ekspor Sumut harus diatasi karena membahayakan perekonomian.

"Pemerintah harus bisa mendorong penjualan ke pasar domestik kalau ekspor masih bertahan," katanya.

Pewarta: Evalisa Siregar

Editor : Riza Mulyadi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2019