Pebalap Indonesia Sean Gelael tidak ingin terlena pada balapan Formula 2 di Sirkuit Paul Ricard, Prancis, 21-23 Juni setelah sebelumnya gagal meraih hasil terbaik pada seri Monaco (Monte Carlo).

"Selalu berpikir positif saja. Kami gagal meraih poin di Monte Carlo, tapi sesungguhnya penampilan dan kecepatan mobil tidak jelek. Paul Ricard, tempat seri berikut, banyak tempat untuk menyusul dan saya menyukainya," kata Sean Gelael dalam keterangan resminya, Sabtu malam.

Pada seri Monaco, pebalap dari tim Prema Racing ini sebenarnya mengawali balapan dengan cukup bagus karena berada di posisi start keenam pada Race 1. Namun, hasilnya belum menggembirakan karena gagal finis. Race 1 juga diwarnai insiden kesalahan timing (pencatatan waktu).

Insiden pada Race 1, Jumat (24/5), di mana terjadi kesalahan pencatatan waktu berdampak panjang bagi pebalap Jagonya Ayam itu pada Race 2. Sean harus menjalani start dari posisi paling belakang.

Meski demikian, dari sisi kecepatan Sean sangat bagus dan berada pada level yang sama dengan pebalap terdepan. Hanya saja, Monte Carlo adalah trek yang sulit untuk menyusul, sehingga secepat apa pun dia kemungkinan untuk naik banyak posisi hampir mustahil.

Walau begitu, pebalap berusia 22 tahun itu masih bisa menyusul beberapa pebalap. Bahkan, dia untuk kali pertama mampu membuat fastest lap dalam sebuah lomba meski akhirnya hanya finis diurutan 15.

Selama mengikuti balapan, kecepatannya sangat konsisten di level atas. Kondisi tersebut akan dijadikan Sean untuk bekal menjalani balapan seri Prancis bulan depan.

"Semoga kami di sana bisa memperlihatkan sesuatu yang pantas dibanggakan, baik oleh saya maupun tim," kata anak pasangan Ricardo dan Rini Gelael itu.

Hingga seri empat kejuaraan satu level di bawah Formula 1 ini, Sean baru mengemas 11 poin dan berada di posisi 15 klasemen. Untuk posisi puncak dipegang oleh pebalap dari tim DAMS, Nicholas Latifi dengan 141 poin.
 

Pewarta: Bayu Kuncahyo

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2019